Mentreng.Com | Lampung Selatan – Di bawah langit Lampung Selatan yang cerah, semangat gotong royong membara di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan. Pemerintah desa, bahu-membahu dengan warganya, menggelar aksi bersih-bersih di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa, Rabu (10/09/2025).
Lebih dari sekadar kegiatan rutin, aksi ini adalah manifestasi nyata dari kepedulian mendalam masyarakat terhadap lingkungan dan penghormatan kepada para pendahulu.
Kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari perangkat desa yang sigap mengarahkan, tokoh masyarakat yang memberikan teladan, hingga generasi muda yang penuh semangat.
Tua dan muda bekerja bersama, membersihkan area makam dari rumput liar yang menjalar, merapikan tanaman, serta mengangkat eceng gondok yang sempat menghiasi permukaan air di sekitar TPU.
Yadi, Kaur Umum Desa Kekiling, dalam wawancaranya dengan Mentreng.Com mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapihan TPU.
“TPU ini adalah bagian dari sejarah desa kita, tempat bersemayamnya para leluhur dan orang-orang yang kita cintai. Sudah sepantasnya kita menjaganya dengan sebaik-baiknya,” ujarnya dengan nada penuh hormat.
Kepala Desa Kekiling, Andy Saputra, menambahkan bahwa kegiatan gotong royong ini bukan hanya tentang membersihkan lingkungan fisik, tetapi juga tentang membangun kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan antar warga.
“Semangat gotong royong adalah fondasi utama dalam membangun desa yang maju dan sejahtera. Dengan bekerja bersama, kita bisa mengatasi berbagai tantangan dan mewujudkan impian kita,” tuturnya dengan penuh semangat.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Melalui aksi nyata ini, masyarakat Desa Kekiling menunjukkan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang.
Aksi gotong royong di TPU Desa Kekiling ini adalah cerminan dari semangat kebersamaan dan kepedulian yang masih hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Sebuah contoh inspiratif tentang bagaimana sebuah desa kecil mampu memberikan kontribusi besar dalam menjaga lingkungan dan merawat warisan budaya. (Soleh )






