Tingkatkan Kualitas Generasi Muda, KUA Tanjung Harapan Gelar Program BRUS di SMK N 2 Kota Solok

Kota Solok  |  Mentrengnews.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas generasi muda, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Tanjung Harapan bekerja sama dengan SMK Negeri 2 Kota Solok menyelenggarakan Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan ini digelar pada Jumat, 10 Oktober 2025, bertempat di Masjid SMK N 2 Kota Solok, dan diikuti oleh ratusan pelajar dengan pendampingan dari guru-guru agama.

Program BRUS dirancang sebagai sarana pendampingan remaja dalam menghadapi masa transisi menuju kedewasaan, yang rentan terhadap berbagai tantangan seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta masalah kesehatan mental.

Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Tanjung Harapan, Musfa Hengki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BRUS merupakan investasi berharga dalam membangun karakter dan masa depan generasi muda.
“Remaja adalah aset bangsa yang paling berharga. Melalui BRUS, kami ingin memberikan bekal yang cukup agar mereka tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kesehatan yang terjaga, dan wawasan luas untuk merencanakan masa depan,” ungkapnya.

Program BRUS ini direncanakan berlangsung selama satu tahun penuh dengan berbagai materi yang relevan dan aplikatif. Beberapa tema utama yang akan dibahas meliputi:

1. Bimbingan Ibadah, Akidah, dan Akhlak Remaja
2. Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
3. Perencanaan Karir dan Pendidikan
4. Keterampilan Sosial dan Komunikasi
5. Kesehatan Mental Remaja
Materi akan disampaikan oleh para penyuluh agama Islam dari Kota Solok yang telah dibekali pelatihan dan pengalaman dalam pendampingan remaja.

Salah satu guru agama SMK N 1 Kota Solok, Zendrianto, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya program ini.
“Kami sangat menyambut baik dan mendukung penuh program BRUS. Semoga melalui kegiatan ini, lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, sehat secara fisik dan mental, serta siap menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Adapun penyuluh agama yang terlibat dalam kegiatan perdana BRUS ini adalah Musfa Hengki, Yusneni, Kalsum, dan Izah Mawaddah. Mereka hadir bukan hanya sebagai pembimbing, tetapi juga sebagai teman dan fasilitator, agar siswa merasa nyaman untuk berbagi dan berdiskusi tentang berbagai tantangan yang mereka hadapi sehari-hari.

Melalui pendekatan ini, diharapkan intervensi terhadap masalah kesehatan mental dan perilaku berisiko dapat dilakukan secara lebih dini, sehingga para pelajar bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing.(helda)

Pos terkait