Kota Solok | Mentrengnews.com — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-10 tahun 2025, Kementerian Agama Kota Solok menggelar acara bertajuk “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” yang diisi dengan majelis zikir dan ilmu — sebuah momentum penuh hikmah yang menguatkan spiritualitas dan kebersamaan umat, kegiatan diusung oleh Kasi Pd Pontren, Fauzi, beserta staf, Jumat (17/10/25)
Acara ini menghadirkan penceramah kondang, Ustaz Muhammad Saufi, Lc., MA, yang mengangkat pentingnya zikir sebagai benteng iman di tengah derasnya arus peradaban modern. Dalam tausiyahnya, Ustaz Saufi menegaskan bahwa kekuatan hati menjadi kunci utama dalam membentuk akhlak dan perilaku manusia.
“Segumpal daging dalam tubuh manusia, yakni hati, menjadi penentu baik buruknya seluruh anggota tubuh. Jika hati baik, maka baiklah semuanya,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya zikir dan shalawat sebagai amalan pembuka jalan kebaikan, bahkan dalam kesempitan hidup. Dengan berzikir dan memperbanyak shalawat — minimal 100 kali setiap hari — umat Islam dapat meraih ketenangan, pertolongan Allah, dan kedekatan spiritual yang kuat.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Mustafa, yang dalam sambutannya menyampaikan:
“Peringatan Hari Santri bukan hanya seremonial tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai garda terdepan penjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Zikir bersama dan penampilan Hadroh dari para santri hari ini menjadi simbol semangat spiritualitas dan kebersamaan yang terus hidup dalam jiwa santri. Ini adalah bukti bahwa nilai-nilai tradisi Islam tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Hari Santri. Tak lupa, penghargaan diberikan kepada mahasiswa UIN Imam Bonjol Batusangkar yang telah mengabdi selama tiga bulan di lingkungan Kemenag Kota Solok.
Kegiatan ditutup dengan penampilan seni Hadroh yang penuh semangat oleh santri dari Pondok Pesantren Darut Thalib, pimpinan Ustad Bobby, yang sebelumnya juga menerima reward sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan penampilan mereka dalam menghidupkan suasana spiritual pada acara tersebut.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat seperti Kasubbag TU, para Kasi, penyelenggara, pengawas, kepala KUA se-Kota Solok, para penghulu, penyuluh agama, serta kepala madrasah serta ASN di Lingkungan Kantor Kemenag.
Peringatan Hari Santri ke-10 ini menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya belajar ilmu agama, tapi juga mengawal peradaban melalui nilai-nilai akhlak, keilmuan, dan cinta Tanah Air. (helda)






