Kodim 0307/TD Lakukan Sosialisasi Penanggulangan Radikalisme di Tengah Masyarakat

Mentreng.com | Tanah Datar – Dandim 0307/TD Letkol Inf Edi Sugianto Harahap.,S.Pd.,M.I.Pol yang diwakili Kasdim Mayor Inf Munawar lakukan sosialiasisi pencegahan faham rasikalisme yang beredsr di masyarakat.

Dengan tema “Pencegahan dan penanggulangan intoleransi, Radikalisme, Terorisme dan penyebaran faham faham yg bertentangan dengan idiologi Negara Republik Indonesia”., melalui Daring, kepada 780 Mahasiswa Institut Seni Indonesia Padang Panjang Tahun Akademi 2020 – 2021, dalam kegiatan pengenalan kehidupan Kampus.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama fihak Rektorat ISI Padang Panjang dengan Kodim 0307/TD, sehingga para mahasiswa mahasiswi memahami dan terhindar / terpengaruh dari radikalisme, terorisme dan faham faham yg bertentangan dengan idiologi negara.

Kepala Staf Kodim 0307/TD Mayor Inf Munawar memaparkan bagaimana akibat faham tersebut dan cara penanggulanganya ditengah masyarakat.

Pemahaman ideologi radikal dapat terlihat dari pandangan individu maupun sekelompok orang yang mengharamkan tafsir yang berbeda dengan pemahaman mereka, seperti mengkafirkan sesama muslim dan juga menekan kelompok minoritas. Diperlukan upaya bersama untuk memutus mata rantai radikalisme tersebut.

Menyebar luasnya ideologi radikal di kalangan anak muda tentu harus diwaspadai dan bisa lebih berbahaya dibandingkan dengan terorisme.

Radikalisme itu sendiri dalam bentuknya memang seakan terasa lunak karena tidak menimbulkan kekerasan langsung, karenanya tidak menarik perhatian pihak keamanan dan masyarakat-pun tidak memberikan perhatian khusus.

Pada 2015 lalu, dalam survey The New Research Center mengungkapkan di Indonesia, sekitar 4% masyarakat Indonesia mendukung ISIS, sebagian besar dari mereka merupakan anak muda usia produktif.

Bisa dikata cukup mudah bagi warga negara Indonesia untuk bergabung dengan kelompok yang menamakan diri mereka negara Islam atau ISIS di Indonesia. Apalagi ISIS sudah disetujui oleh tokoh-tokoh seperti Abu Bakar Ba’asyir.

Hal ini juga diperkuat dengan banyaknya iklan atau informasi yang diberikan oleh ISIS yang menjanjikan pengikut ISIS gaji tinggi atau kesempatan untuk berjihad, hal ini juga memicu maraknya warga negara Indonesia yang tergiur untuk bergabung dengan ISIS.**

Pos terkait