PT.Hamita Utama Karsa Tetap Cuek Terhadap Tuntutan Warga,149 KK Masyarakat Desa Sumber Jaya Tetap Bertahan Di Area Perkebunan

Musi-Banyuasiasin  |  Mentrengnews.com – Aksi 149 kepala keluarga warga Desa Sumber Jaya Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi-Banyuasin yang menuntut pengembalian lahan pertaniannya yang diduga dicaplok PT.Hamita Utama Karsa memasuki hari ke-9,Senin (24/11/2025)
Hingga kini mereka masih bertahan dilapangan sekitar area lahan usaha (LU) II PT.Hamita Utama Karsa dengan persediaan makanan yang terbatas.
Masyarakat petani yang melakukan demo tersebut,selain laki-laki,ada juga ibu-ibu dan anak- anak yang terlihat didalam tenda.

Awak media Mentrengnews.com dilapangan berusaha meminta keterangan dari salah seorang tokoh masyarakat sekaligus Ketua Sarikat Tani Desa Sumber Jaya Omjatikom tentang perkembangan aksi tersebut,beliau menyampaikan,”sampai saat ini belum ada tanggapan dri pihak PT.HUK,ke-149Kk warga petani yang menuntut pengembalian lahannya sampai kapanpun tidak akan membubarkan diri sebelum tuntutan mereka dipenuhi oleh pihak PT.HUK,karena itu hak mereka.

Kami juga sempat menanyakan,”bagaimna kondisi kesehatan peserta demo setelah 9 hari berada dilapangan melakukan aksi.

Omjatikom mengatakan,” mereka tetap sehat dan semangat serta tetap konsisten dengan tuntutannya,bahkan tadi mereka sempat Yasiinan dan do’a bersama disini.”

Sebagai Ketua Sarikat Tani Sumber Jaya eks transmigrasi,saya sangat mendukung tuntutan 149kk warga tersebut,karena itu memang hak.

Kami masyarakat petani sangat berharap kiranya pihak PT.HUK secepatnya menyelesaikn tuntutan kami jangan mengulur- ulur waktu.

Lahan tersebut memang milik kami sebagai sarana untuk menafkahi keluarga.

Apakah memasuki hari ke-9 warga desa Sumber Jaya melakukan aksi tersebut diketahui dan didukung oleh Kepala Desa…?

Ketua Sarikat Tani Desa Sumber jaya mengatakan,” kepala desa pasti mengdukung mas,wong itu hak rakyatnya.

Apa kepala desa juga menengok warganya yang sedang demo dilapangan dan memberikan bantuan moril berupa arahan,himbaun,atau bantuan materil seperti bahan makanan atau persediaan obat-obatan…?

Sampai saat ini sepertinya belum mas,pak kades pernah nengok sebentar lalu pergi,mungkin karena pak kades ada sesuatu hal yang lebih penting,”demikian wawancara singkat kami dengan Omjatikom Ketua Sarikat Tani Desa Sumber.

Semoga Pemerintah Kabupaten Musi-Banyuasi,DPR.D,Dinas Perkebunan,Badan Pertanahan Nasional Kabupaten(BPN) segera turun tangan,sehingga sengketa lahan antara warga masyarakat Desa Sumber Jaya dengan PT.Hamita Utama Karsa ini segera dapat diselesaikan demi kesejahteraan masyarakat petani dan kenyamanan para investor. (Ed65)

Pos terkait