Payakumbuh | Mentrengnews.com – Rapat Kerja (Raker) Koni Payakumbuh tahun ini dihadiri oleh Kadisparpora Payakumbuh Yunida Fatwa, Ketua DPRD Wirman Putra, Wakil Ketua Umum III Koni Provinsi Sumbar Aditya Warman beserta jajaran, Ketua Koni Payakumbuh Yengki Yotrio, dan perwakilan berbagai cabang olahraga (cabor) di kota payakumbuh kamis (25/12/2025)
Dalam laporan Ketua Pelaksana Raker Chairul Mufti, diumumkan bahwa Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar akan diadakan pada bulan Juni-Juli 2026. Berikutnya, Ketua Koni Payakumbuh Yongki Yotrio menyebutkan bahwa sudah ada bantuan penambahan peralatan latihan untuk mendukung persiapan atlet.
Menurut Yongki, Kota Payakumbuh telah menunjukkan kesiapan matang sejak tahun 2023, dengan alokasi anggaran yang sudah disiapkan pada 2025 dan 2026. “Kalau Porprov diadakan Juni-Juli 2026 kita siap, mau dilakukan akhir tahun bahkan Januari selanjutnya kita juga sudah siap,” tegasnya. Tema raker tahun ini ditetapkan sebagai “mewujudkan organisasi yang kuat menuju Kota Payakumbuh hebat di Porprov Sumbar”.
Yongki juga menyoroti prestasi terbaru atlet Payakumbuh yang mengikuti Pekan Olahraga Nasional (Popnas) di Jakarta bulan Desember kemarin, di mana 33 anak berhasil naik podium dan mendapatkan medali. “Ini modal nyata yang harus dipelihara untuk kesuksesan di Porprov 2026,” ujarnya, sambil mengajak untuk berembuk soal pembenahan internal organisasi.
Selain itu, Aditya Warman menyampaikan bahwa Porprov terakhir diadakan pada 2018 di Padang Pariaman, dan untuk tahun 2026 telah ada Surat Keputusan (SK) Gubernur yang menentukan waktu pelaksanaan serta tuan rumah berbasis cabor. Kota Payakumbuh diharapkan dapat menjadi tuan rumah untuk 2 hingga 4 cabor. “Porprov 2026 telah menyetujui anggaran penyelenggaraan sebesar Rp12 miliar. Ini bentuk aspirasi utama karena sudah beberapa tahun lebih kita tidak ikut Porprov,” jelasnya.
Aditya menambahkan bahwa persiapan Porprov 2026 juga menjadi titik awal untuk menghadapi PON 2028. Dalam waktu kurang dari 15 hari ke depan, dana hibah Koni Sumbar sebesar Rp3,4 miliar diharapkan bisa cair untuk atlet dan pelatih binaan. Selain itu, dalam tiga bulan ke depan Koni akan membuat buku pedoman promosi dan memeriksa kondisi atlet serta pelatih pada awal 2026.
Sementara itu, Kadisparpora Payakumbuh Yunida Fatwa menyatakan bahwa raker ini merupakan momentum untuk mengevaluasi dan menyusun langkah konkrit pengembangan olahraga di kota. Pemko Payakumbuh berkomitmen penuh untuk mendukung kemajuan olahraga dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. “Akhir November lalu, Payakumbuh ikuti sosialiasi desain olahraga daerah dari Kemenpora. Ke depannya kita akan menindaklanjuti desain ini sebagai pedoman penyelenggara keolahragaan di daerah,” tutupnya.(debby)






