Tim Sar Siap Gerak Ulang Jika Ada Tanda Tanda Warga Yang Hanyut Di Sungai

Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 21 Februari 2026. Operasi pencarian secara terpadu terhadap warga Ruguk yang hilang setelah diduga hanyut di sungai beberapa hari lalu resmi dihentikan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satpolairud, BPBD Lampung Selatan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, serta Satpol PP telah melakukan upaya maksimal guna menemukan korban.

Meskipun pencarian resmi dihentikan, pihak terkait menyampaikan bahwa setiap temuan terkait kasus ini akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Upaya Maksimal Dilakukan hingga Muara Sungai

Konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Ruguk, Syaiful, mengungkapkan bahwa proses pencarian telah dilakukan secara menyeluruh tanpa kendala teknis atau logistik yang menghambat.

“Tim gabungan telah melakukan pencarian dari titik awal kejadian hingga muara sungai. Sayangnya, tidak ditemukan tanda-tanda apapun yang mengarah pada keberadaan korban,” jelasnya.

Menurut Syaiful, kondisi sungai yang kini telah surut juga tidak memberikan indikasi apapun. “Biasanya jika ada korban di dalam sungai, akan ada tanda seperti aroma tertentu. Namun dalam kasus ini, tidak ada ciri khas sama sekali yang terdeteksi,” tambahnya.

Masyarakat Siap Bantu, TIM SAR Siap Bergerak Kembali

Soal respon keluarga korban terkait penghentian operasi, Kades Syaiful menjelaskan bahwa pihaknya akan menggerakkan masyarakat untuk tetap melakukan pencarian secara sukarela.

“Selain itu, TIM SAR juga telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan operasi pencarian ulang seketika jika ditemukan tanda-tanda atau bukti yang kuat terkait keberadaan korban,” paparnya.

Ditanya mengenai kemungkinan korban telah hanyut ke laut, Syaiful menilai peluang tersebut sangat kecil.

“Jarak dari titik awal kejadian hingga muara yang menghubungkan dengan laut adalah sekitar delapan kilometer dengan jalur sungai yang berkelok-kelok. Hal itu membuat kemungkinan korban terdampar di perairan laut menjadi sangat minim,” jelasnya tegas.

Sampai berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, Maturidi S.H., belum mendapatkan tanggapan resmi.

(Soleh – Mentrengnews.com)

Pos terkait