Katibung, Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 26 Februari 2026 – Program Makan Bergizi (MBG) di Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, kembali mencuat sebagai sorotan publik setelah isi paket yang diterima siswa SD Negeri 4 Pardasuka pada bulan Ramadhan (Selasa, 25/02/2026) dinilai tidak sebanding dengan alokasi anggaran yang disebutkan.
Dapur MBG SPPG Pardasuka 02 (beralamat Dusun Sukatinggi) menyajikan paket yang hanya berisi satu jeruk, satu roti, satu butir telur, dan satu bungkus kacang-kacangan kemasan.
Foto-foto menu tersebut viral di media sosial setelah diunggah para wali murid yang kecewa, dengan pertanyaan tajam terkait kesesuaian dengan anggaran lima belas ribu per siswa yang diklaim.
Menurut informasi yang beredar di kalangan orang tua, alokasi lima belas ribu tersebut diduga dibagi menjadi tiga ribu untuk operasional, dua ribu untuk yayasan, dan sepuluh ribu untuk komponen makanan. Namun, isi paket yang diterima membuat masyarakat meragukan.
“Anak saya dapatnya cuma roti, telur, jeruk, sama kacang-kacangan. Kalau memang sepuluh ribu untuk makanan, ini jelas tidak sesuai. Seolah-olah maling berkedok gizi,” ujar salah satu wali murid yang tidak mau disebutkan namanya.
Warganet juga memberikan tanggapan tajam dengan nada satire. “Kalau cuma ini doang, bukan nambah gizi malah hilang gigi,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Sebagai perbandingan, sejumlah wali murid menyebutkan kasus serupa di lokasi lain, di mana paket MBG bahkan lebih minim – seperti dua iris tempe, pisang, dua butir telur, dan susu kotak dengan harga pasaran sekitar tiga ribu.
Mentrengnews.com melakukan upaya konfirmasi melalui sambungan telepon terkait keluhan masyarakat kepada Leni, pengelola MBG setempat, namun Leni justru terkesan menghindar.
Saat ditanya terkait rincian anggaran dan kualitas makanan, ia hanya mengatakan silahkan kebagian dapur, dan tanpa penjelasan apapun,
Sikap yang dianggap menghindar ini semakin menambah keraguan masyarakat terhadap transparansi pelaksanaan program yang seharusnya bermanfaat bagi anak-anak.
Program MBG yang seharusnya menjadi investasi penting untuk meningkatkan asupan gizi pelajar justru terancam tercoreng oleh dugaan penyimpangan.
Sampai berita ini dirilis, pihak pengelola MBG SPPG Pardasuka 02 maupun instansi terkait di Kabupaten Lampung Selatan belum memberikan klarifikasi resmi.
Masyarakat mendesak transparansi penuh terkait rincian anggaran dan standar menu MBG, serta pengawasan yang lebih ketat agar program tidak menjadi alat untuk mengejar keuntungan semata.
( Tim : mentrengnews.com )






