​KUA Lubuk Sikarah Gelar BRUS di SMAN 1 Kota Solok, Bekali Generasi Z Hadapi Tantangan Media Sosial

Kota Solok  |  Mentrengnews.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Sikarah kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban dan bersahaja ini digelar di Aula SMAN 1 Kota Solok pada Kamis (26/2/2026).

​Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala SMAN 1 Kota Solok beserta jajaran majelis guru, serta tim dari KUA Lubuk Sikarah. Program BRUS bertujuan untuk membentengi kepribadian siswa di tengah arus modernisasi yang kian kencang.
​Waspadai Dampak Negatif Gadget dan Media Sosial

​Pemateri pertama, H. Firdaus Fuad, dalam paparannya menekankan pentingnya mengikuti program bimbingan ini sebagai langkah preventif mengatasi penyakit masyarakat (pekat). Ia menyoroti fenomena kecanduan gawai (gadget) pada Generasi Z yang kian tidak terbendung.

​”Saat ini, banyak remaja yang tidak lagi menjadikan orang tua sebagai panutan utama, melainkan figur-figur di media sosial. Jika tidak dibekali pemahaman yang kuat, hal ini berisiko menghancurkan masa depan mereka,” tegas H. Firdaus Fuad di hadapan para siswa.

​Senada dengan hal tersebut, pemateri kedua, Kusrizal, S.Th.I., M.H., memberikan materi mengenai pentingnya pengenalan jati diri. Ia mengajak para siswa untuk menggali potensi yang ada di dalam diri masing-masing dan mengembangkannya secara positif dalam kehidupan sehari-hari.

​”Mengenali potensi diri adalah kunci untuk menghadapi tantangan masa depan. Remaja yang memahami kapasitas dirinya akan lebih fokus pada pengembangan kualitas hidup daripada terpengaruh dampak negatif lingkungan,” ujar Kusrizal.

​Harapan untuk Program Berkelanjutan
​Kepala KUA Lubuk Sikarah berharap agar program BRUS di SMAN 1 Kota Solok ini dapat diprogramkan secara rutin dan dilaksanakan dengan manajemen yang baik. Menurutnya, manfaat dari program ini sangat krusial dalam mengawal kepribadian siswa-siswi agar menjadi pribadi yang lebih berkarakter.

​Di sisi lain, para peserta didik tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Beberapa siswa mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan problematika remaja saat ini, terutama dalam memahami tantangan yang akan mereka hadapi di masa mendatang.(Helda/Krz)

Pos terkait