“Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan Terjun Langsung Bersama Tim, Gerak Cepat Selamatkan Ratusan Warga Dari Terjangan Banjir.

Tak Ada Istirahat Selama Warga Masih Menderita” – Maturidi Pantau Penanganan Bencana Lampung Selatan

Lampung Selatan  | Mentrengnews.com – 7 Maret 2026. Banjir bandang dan angin kencang yang melanda Kecamatan Jati Agung dan Tanjung Bintang pada Jumat (6/3) sore hingga malam telah menimbulkan dampak parah: ratusan rumah terendam dan seorang anak bernama Diki dilaporkan hanyut terbawa arus. Hingga tengah malam, proses evakuasi dan pencarian korban terus berlanjut.

Sebagai Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, S.H., berada di lokasi sejak awal kejadian. Ia turun langsung untuk mengkoordinasikan tim dan mendampingi jajaran pemerintahan dalam menangani krisis ini.

Dampak Bencana yang Memprihatinkan

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD pada pukul 21.48 WIB, bencana hidrometeorologi ini dipicu hujan lebat bersamaan angin kencang:

– Kecamatan Jati Agung: Sebanyak 404 rumah terendam di lima titik pemukiman, antara lain Perumahan Pemda Lampung (90 rumah), Alfa Residen (105 rumah), dan Diamond (50 rumah). Tidak ada korban jiwa, namun warga telah mengungsi ke tempat aman.

– Kecamatan Tanjung Bintang: Rumah milik Bapak Sakdan di Desa Way Galih roboh total, menimbulkan kerugian sekitar Rp50 juta. Kondisi lebih memilukan terjadi di Desa Lematang, di mana anak bernama Diki hilang setelah hanyut sekitar pukul 17.30 WIB.

Di Lapangan Sejak Awal, Pantang Pulang Sebelum Situasi Normal

Begitu menerima laporan, Maturidi langsung mengerahkan tim gabungan SAR (BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan) untuk evakuasi dan pencarian korban. Meskipun malam hari dan aliran air masih deras menjadi tantangan berat, ia memastikan upaya penyelamatan tidak berhenti.

“Saya ingin memastikan tim bergerak cepat. Ada warga yang rumahnya roboh, ada anak yang hanyut. Ini situasi darurat yang tidak bisa ditangani dari belakang meja,” ucapnya saat di konfirmasi oleh Wartawan mentrengnews.com

Ia juga mendampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, S.T., M.Pd., dan Bupati Radityo Egi Pratama dalam peninjauan lokasi. Di Desa Lematang, Wakil Bupati menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan seluruh upaya telah dikerahkan. Sementara itu, Bupati menginstruksikan percepatan pendataan dan distribusi bantuan, yang langsung dikoordinasikan Maturidi.

Prioritaskan Kebutuhan Warga dan Keluarga Korban

Setelah mendampingi pemerintahan daerah, Maturidi meninjau posko pengungsian dan berdialog langsung dengan warga terdampak. Pemerintah telah menyediakan makanan siap saji, air bersih, selimut, dan layanan kesehatan bagi pengungsi.

“Dapur umum dan posko dirikan untuk membantu warga. Prioritas kita adalah keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Tim evakuasi masih bekerja keras di lapangan; kami doakan proses pencarian diberi kelancaran,” tegasnya.

Hingga pukul 23.30 WIB, genangan di Jati Agung mulai surut meskipun belum total. Maturidi baru meninggalkan lokasi menjelang tengah malam setelah memastikan koordinasi berjalan lancar, dan kembali ke lokasi keesokan paginya untuk memantau perkembangan.

“Ini Tugas Kami yang Harus Dijalankan”

Maturidi menilai upayanya bukan sesuatu yang istimewa, melainkan bagian dari kewajiban profesional. Keluarganya pun telah memahami konsekuensi pekerjaannya.

Wakil Bupati mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih ada. “Mari kita kuatkan solidaritas dan doa untuk saudara-saudara yang terdampak,” pungkasnya.

Hingga saat ini, tim masih bersiaga di lokasi, dengan pencarian korban terus dilakukan dan bantuan logistik terus disalurkan.

Redaktur Mentrengnews.com
Penulis: Soleh
Sumber: Maturidi, S.H. Kalaka BPBD Lampung Selatan

Pos terkait