Aceh | Mentrengnews. Com – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Batee Iliek sekaligus Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Bireuen, Darwis Djeunib, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Bupati Bireuen H. Mukhlis beserta jajaran pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi.
Darwis mengatakan dirinya mengikuti langsung perkembangan penanganan bencana sejak awal kejadian hingga memasuki masa transisi darurat. la menilai Pemerintah Kabupaten Bireuen yang dipimpin Mukhlis telah bekerja secara maksimal dalam merespons kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.
“Saya sebagai Ketua KPA dan Partai Aceh di Bireuen, memberi apresiasi khusus untuk Bupati Bireuen dan jajarannya. Tidak mudah memimpin di tengah bencana.
Tapi ia tetap tegak. Siang dan malam berpikir dan bekerja untuk rakyat Bireuen,” kata Darwis, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, meskipun tanggung jawab utama penanggulangan dan pemulihan pascabencana berada di bawah Pemerintah Pusat, pemerintah daerah tetap menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat proses penanganan
Hal itu terlihat dari langkah-langkah yang diambil sejak hari pertama bencana, mulai dari penyediaan dukungan darurat bagi warga terdampak, pemenuhan logistik pangan, penyediaan tempat pengungsian, hingga penyiapan data untuk kebutuhan tanggap darurat dan pemulihan.
Darwis menyebut memimpin di tengah bencana bukan perkara mudah, terlebih dengan adanya berbagai tudingan dan informasi yang dinilainya tidak bertanggung jawab.
Meski demikian, ia menilai Mukhlis tetap fokus bekerja di lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
la mengakui dalam setiap kepemimpinan tentu terdapat kekurangan akan tetapi jangan lihat dari kekurangannya lihatlah pergerakan seorang pemimpin dalam membangun daerahnya.
Namun, menurutnya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang disengaja. la menegaskan upaya yang dilakukan pemerintah daerah telah membawa hasil, salah satunya dengan relatif cepatnya Bireuen keluar dari fase tanggap darurat dan memasuki masa transisi.
Lebih Lanjut Kata Darwis Bahwa Tiap hari dia di lapangan dalam Mengomandoi di tengah darurat bencana Dia memilih berlumpur bersama rakyat, demi memastikan tidak ada rakyat Bireuen yang kelaparan di tengah bencana.
Alhamdulillah, upaya kerasnya berhasil menjadikan Bireuen sebagai salah satu daerah yang paling cepat keluar dari tanggap darurat, dan memasuki transisi darurat,” lanjutnya.
Terkait munculnya kelompok pengungsi yang mendirikan tenda di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Darwis menyebut berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kepentingan politik pihak tertentu.
la bahkan mengungkap adanya keterlibatan sejumlah oknum, termasuk dari kalangan legislatif, yang dinilainya tidak tepat dalam situasi tersebut.
Darwis mengatakan juga telah menegur beberapa kader Partai Aceh yang dianggap terlibat. la menegaskan tidak akan ragu memberikan sanksi jika tindakan tersebut terus berlanjut.
Darwis juga mengingatkan agar seluruh pihak tidak melakukan provokasi yang berpotensi memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat luas. “Saya sudah menegur mereka. Bila diteruskan, akan kami berikan sanksi,” kata Darwis.
Menurutnya, dalam kondisi pascabencana, seluruh elemen seharusnya bersatu dalam mendukung pemerintah daerah agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lancar.
Darwis Juga menegaskan kepala daerah memiliki peran penting sebagai penggerak utama di daerah meskipun kebijakan anggaran berada di tingkat pusat.
Ia mengimbau agar kepentingan politik tidak mengganggu upaya pemulihan yang sedang berjalan.
“Kalau tak bisa membantu jangan mengganggu. Jangan tebar provokasi hanya demi kepentingan politik sesaat.
Berpolitiklah secara baik, dukunglah pemerintah di Bireuen, supaya proses percepatan pemulihan bisa berjalan lebih baik,” imbuhnya. (RM)






