Pentingnya Strategi Pengambilan Keputusan Bagi Manajer Dalam Organisasi Pendidikan

Oleh: Elisnia Rezika, S.Pd
(Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam
Pascasarjana IAIN Batusangkar)

Email: elisnia.rezika@gmail.com

Pengambilan keputusan dalam organisasi manapun termasuk dalam pendidikan, yang harus terlebih dahulu dipahami yaitu apa yang dimaksud dengan keputusan. Keputusan adalah membuat satu pilihan dari dua atau lebih alternatif. Lalu akan timbul pertanyaaan mengapa keputusan harus dibuat? Keputusan dibuat karena ada masalah. Lalu apa yang dimaksud masalah? Masalah adalah kesenjangan atau suatu hal yang tidak seimbang antara fakta dan realita. Selanjutnya siapa yang mengambil keputusan? Pada kenyataannya setiap orang pada semua tingkatan dan di semua bidang organisasi membuat keputusan.

Demikian juga seorang manejer selalu dihadapkan berbagai pilihan dan manajer dalam tugasnya memilih salah satu pilihan tersebut. Dalam prosesnya tentu harus dilandasi dengan pemikiran yang rasional.

Dalam satu kondisi, pembuatan keputusan dapat singkat. Dalam situasi lain, proses dapat memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan bahkan tidak pernah diambil keputusan sama sekali. Seluruh proses pembuatan keputusan bergantung pada data akurat yang tersedia bagi orang yang tepat dan saat yang tepat. Dalam hal ini, maka diperlukan ilmu atau pemahaman yang lebih bagi para pembuat keputusan salah satunya tentang strategi pengambilan keputusan.

Strategi berasal dari bahasa yunani, strategia, yang diartikan sebagai the art of general atau seni yang digunakan oleh pimpinan dalam peperangan. Dalam pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau pencapaian tujuan. Menurut Dinklage (Sharf, 1992) ada delapan tipe strategi pengambilan keputusan. Empat strategi merupakan cara yang tidak menghasilkan suatu keputusan keputusan, yakni tipe delaying, fatalistic, compliant, dan tipe paralytic. Empat tipe lainnya dipandang sebagai cara yang efektif dalam mengambil keputusan, yakni tipe intuitive, impulsive, agonizing, dan tipe planful.

Selanjutnya menurut Triarko Nurlambang (Universitas Indonesia) yang dikutip dalam sebuah powerpoint, strategi umum pengambilan keputusan yaitu:
Spontanitas yaitu memilih opsi pertama yang muncul dalam benak/pikiran; tanpa menghiraukan adanya pilihan alternatif lainnya.

Patuh yaitu mengikuti aturan atau tata nilai atau kesepakatan
Penundaan yaitu menunda pemikiran dan tindakan sampai tinggal terbatas beberapa opsi saja.

Menyulitkan yaitu terakumulasinya banyak informasi sehingga membingungkan dalam menganalisis opsi
Intensi yaitu memilih opsi yang dapat memuaskan secara intelektual maupun emosional sekaligus
Hasrat yaitu memilih opsi yang memungkin untuk mencapai hasil terbaik walaupun akan berhadapan dengan resiko
Menghindar yaitu memilih opsi yang sebisa mungkin terhindar dari hasil yang buruk.

Keamanan yaitu memilih opsi yang kemungkinan cukup berhasil, hanya membebani sedikit orang, dan diarahkan untuk pilihan yang sedikit beresiko
Sintesis yaitu memilih opsi yang memiliki peluang terbaik untuk berhasil dan paling disukai
Selanjutnya masih menurut Triarko Nurlambang (Universitas Indonesia) yang dikutip dalam sebuah powerpoint, strategi pengambilan keputusan manajerial yaitu:
Strategi Optimum yaitu memutuskan memilih alternatif solusi terbaik dari sejumlah alternatif

Strategi Kepuasan yaitu memutuskan memilih solusi yang telah memenuhi persyaratan minimum (tidak harus sempurna atau seluruh alternatif dikaji)
Strategi Quasi Kepuasan yaitu menggunakan bobot daripada menghitung satu per satu faktor atau variabel penentu.
Selanjutnya John S. Hammond, Ralph L. Keeney, Howard Raiffa yaitu memperkenalkan metode PrOACT dalam membuat keputusan – besar atau kecil. Metode ini berfokus pada delapan elemen pengambilan keputusan yang efektif yaitu Problem (masalah), Objectives (tujuan), Alternatives (alternatif), Consequences (konsekuensi), Tradeoffs (Pengorbanan), Uncertainty (ketidakpastian), Risk Tolerance (toleransi risiko), dan Linked Decisions (keputusan terkait). Mereka membantu memecahkan kesalahan proses pengambilan keputusan yang paling umum.

Pengambilan keputusan bisa dianggap sebagai suatu hasil atau sebuah output dari sebuah proses yang membawa pada pemilihan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap pada proses pengambilan keputusan selalu mendapatkan satu pilihan final. Pada keluarannya bisa berupa sebuah tindakan (aksi) atau sebuah opini terhadap pilihan. Pada proses pengambilan keputusan yang mulai dan berakhir dengan pertimbangan memerlukan kreativitas, keterampilan kuantitatif, dan wawasan.

Keputusan manajerial yang dibuat berbeda dengan keputusan individual. Keputusan manajerial dibuat dengan mempertimbangkan tujuan organisasi dan disesuaikan dengan keberadaan organisasi secara keseluruhan. Keputusan manajerial memiliki efek yang luas ketimbang keputusan individual.
Seorang manajer dimanapun berada termasuk dalam organisasi pendidikan harus secara terus-menerus membuat keputusan atau bisa dikatakan rutin untuk dilakukan. Keputusan dibuat dalam rangka menyelesaikan masalah.

Keputusan selalu diammbil dalam setiap saat tergantung urgensinya, seperti kondisi yang kita rasakan pada saat ini tentang adanya virus Covid-19. Masa pandemi memberi banyak perubahan kepada segala sektor tidak luput salah satunya bidang pendidikan. Oleh karena itu, sistem pendidikan harus mampu beradaptasi dengan virus ini agar keberlangsungan proses beajar mengajar tetap bisa dilakukan.

Kepala sekolah merupakan seorang manajer di sekolah tentunya harus cepat tanggap dalam mengambil keputusan agar tidak semakin merebaknya wabah ini. Maka kepala sekolah menjalankan aktivitas manajerialnya berupa pengambilan keputusan pendidikan, yang pada mulanya proses pembelajaran dilakukan tatap muka di sekolah (luring) diganti menjadi pembelajaran dari rumah (daring).

Pembuatan keputusan dan penyelesaian masalah adalah proses berkelanjutan dalam hal evaluasi atas kondisi organisasi atau masalah yang muncul, mempertimbangkan alternatif, membuat pilihan, dan tindakan-tindakan yang diperlukan sebagai bagian dari keputusan. Alur proses pembuatan keputusan sekurang-kurangnya yaitu menentukan masalah, menentukan batasan, mengembangkan alternatif jawaban, menganalisa setiap alternatif, memilih alternatif, melaksanakan keputusan, dan terakhir memastikan sistem kontrol dan evaluasi atas keputusan.**

Pos terkait