Tingkatkan Kualitas Ponpes, Kemenag Kota Solok dan Pemda Kota Solok Bersinergi

Mentreng.com | Kota Solok – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Solok, melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) laksanakan Rapat Koordinasi (Rakor), dihadiri Kepala Kankemenag, Eri Iswandi, Kasubag Bina Mental dan Spritual, Bagian Kesra, Edwin Putra, dan pimpinan Ponpes se Kota Solok.

Kegiatan digelar di Aula Abu Bakar Siddiq Kemenag Kota solok. Rabu (3/3) kemarin. Kepala kantor, Eri Iswandi, mengatakan juknis tentang tunjangan insentif tenaga pendidik pada Ponpes sebagai bukti perhatian pemerintah terhadap Ponpes, pemberian insentif ini sangat berkaitan dengan data Emis yang update dan akurat.

“Data penerima insentif ini secepatnya diusulkan oleh Ponpes dan akan dilakukan verifikasi data oleh Tim Kankemenag nantinya. Dalam situasi pandemi Covid 19 saat ini, kepada pimpinan bersama pengasuh Ponpes, agar ikut menyosialisasikan instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2021 tentang mematuhi protokol kesehatan Covid-19, dengan 5 M ke jajaran Ponpes.

Kasubag Bina Mental dan Spritual, Edwin Putra, mengatakan, insentif tenaga pengajar Ponpes melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Pemko Solok, diupayakan, dibuatkan usulan dan data pendukung, agar pengelolaan dana insentif guru Ponpes melalui APBD terealisasi, seperti harapan.

“Pemko Solok, siap memberikan bantuan insentif guru Ponpes sepanjang disetujui pimpinan dan tersedia dalam APBD. Pemda, melalui Kesra dan semua yang berperan demi kemajuan pesantren dapat bersinergi secara baik> Agar hal itu terwujud, tentu melalui usulan dan data pendukung dari Kankemenag”, kata Edwin.

Kasi PD Pontren, Amril, melaporkan, tujuan kegiatan ini adalah agar Kankemenag, Pemda dan pengelola Ponpes saling bersinergi meningkatkan mutu pendidikan khas keagamaan, khusus di Kota Solok. Selain itu, pertemuan juga pemberian tunjangan insentif guru Ponpes Salafiyah. Komitmen pemenuhan data, evaluasi pembelajaran tatap muka di masa new normal dan masalah ujian pendidikan kesetaraan pondok pesantren Salafiyah.

Pengelola Ponpes, tetap melakukan protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M, yairtu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan. Penyebaran Covid-19 belum berakhir, untuk itu semuan pihak maupun masyarakat diharapkan menerapkan protokol kesehatan. (AHy)

Pos terkait