“ Paninggahan Nagari Ku “ ( Pulang Basamo Di Palanta )

 

Oleh: DARMIWANDI, S.Ag. MH.

“Maaf, saya izn keluar!, memori penuh, karena banyaknya group dan bikin HP saya berat”. Inilah salah satu kalimat yang muncul dari salah seorang anggota group Watshapp (WA). Apakah alasan dia keluar dari group itu jujur atau bohong? Yang pasti tahu adalah orang yang bersangkutan. Bagaimanakah tanggapan dari anggota group lainnya? Sudah pasti juga beragam. Ada yang diam, ada yang bertanya, ada yang senang dan ada pula yang menuruti untuk keluar. Keluar dari group juga menjadi perbincangan dan permasalahan. Bagaimanakah dengan group “PALANTA PANINGGAHAN”? Adakah yang keluar? Penulis tidak tahu dan tidak terlalu memperhatikan itu.

 

Penulis, rasanya juga tidak terlalu jauh betul bedanya dengan teman-teman yang lain yang juga punya group WA lebih dari satu atau dua. Penulis belum ada keluar dari group WA, miskipun berbagai corak dan ragamnya, baik dari nama dan isinya.

Di antara group WA penulis adalah KEMENAG KOTA SOLOK, URAIS BINSYAR KEMENAG SUMBAR, PEDULI MTsM PANINGGAHAN, MUI PANINGGAHAN, KOMITE MAN-2 PADANG PANJANG, MINANGKABAU BANGKIT, PILKADA SOLOK 2020, MTsM PANINGGAHAN OK, ALUMNI MTsN PADANG PANJANG, ALUMNI 92 FAKSYAR“IAIN” PADANG, PALANTA PANINGGAHAN, HUKUM EKONOMI SYARIAH dan ada lebih dari 5 group WA lainnya.

Dari sekian group WA, masing-masing group mempunyai ciri khas dan pesonanya tersendiri, tetapi pada prinsipnya, semua group WA penulis memiliki arti dan romantikanya sendiri. Penulis berusaha menyikapi secara bijak, arif dan berfikiran positif dalam berbagaikan romantikanya, meskipun kadang-kadang terpancing juga emosi dan kurang enak hati. Salahkah? Yang pasti, penulis adalah manusia biasa dan sangat jauh dari sempurna serta berusaha mengendalikan diri.

Group WA “PALANTA PANINGGAHAN” memiliki karekteristik dan cerita tersendiri bagi penulis. Penulis duduk-duduk di dalam Masjid Raya Paninggahan pada malam hari sambil melihat beberapa orang yang sedang bongkar pasang karpet masjid. Selain penulis juga ada mamak H. Ismet Roza, Pak Arlis Rusman dan kak syaiful. Penulis bertanya lepas tanpa beban, siapakah di antara kita yang menjadi admin group WA Palanta Paningggahan? Beliau yang hadir menanggapi bahwa beliau termasuk anggota group tersebut. Lalu penulis minta tolong untuk dimasukan ke dalam group WA Palanta Paninggahan oleh admin. Sedikit berbeda dengan group WA penulis yang lain. Biasanya, tanpa penulis meminta, penulis telah masuk saja ke dalam group bahkan di minta untuk masuk group. Kenapa penulis minta masuk Group “PALANTA PANINGGAHAN? Karena penulis ingin pula tahu sedikit banyak informasi tentang nagari Paninggahan dan menjalin silaturrahmi dengan warga Paninggahan yang berada di kampung maupun di rantau orang.

Berselang beberapa hari setelah itu, tepatnya pada tanggal 26 Desember 2019 muncullah group WA Palanta Paninggahan di HP penulis dan sepotong kalimat pendek dari:
E.Dt.Majo Datuk; “Selamat bergabung pak darmiwandi di WA palanta paninggahan…”.
Penulis membalas dengan kalimat; “Makasih banyak kepada admin ( angku Datuk ) dan dunsanak sadonyo yang telah menggabungkan kedalam group Palanta Paninggahan. Mohon izin sebelumnyo..ambo numpang lewat akan membagikan juo tulisan2 pendek ambo ttg HUKUM EKONOMI SYARIAH. Trims sabalunnyo”.
“Sebelumnyo..mohon saran dan kritikan yang konstruktif dari kito demi menumbuhkembangkan Pemikiran tentang HUKUM EKONOMI ISLAM”.

Perlahan tapi pasti, selain penulis memasukan tulisan, penulis juga mulai mengukuti, memperhatikan dan mencoba menanggapi secara perlahan perkembangan informasi yang berkembang. Ada yang berkaitan dengan rencana pulang basamo, masalah pisang yang di tanam di tengah jalan simpang Padang, masalah Pilkada, Ungkapan belangsungkawa atas keluarga yang meninggal dan masalah canda dan cerita lainnya. Pada tulisan yang satu ini, penulis mengambil tema cerita: “PRA PULANG BASAMO”.

Pulang Basamo adalah agenda rutin warga Paninggahan yang mengadu nasib di nagari orang. Berbagai macam yang melatarbelakangi warga Paninggahan merantau ke nagari orang. Apakah yang penyebabnya mereka pergi merantau? Mudah-mudahan yang membaca tulisan ini bisa menjawabnya sendiri. Hidup di nagari orang, tentu berbagai macam pula perasaian yang mereka tanggung. Bagaimanakah penanggungan mereka? Mudah-mudahan ada di antara kita yang bisa berbagi pengalaman demi motivasi dan intropeksi diri.

Menurut perkiraan penulis, dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, mungkin tidak ada provinsi yang tidak ada warga Paninggahan. Nasib mereka ada yang beruntung, artinya tumbuh dan berkembang dan ada pula yang biasa-biasa saja. Ada yang bertahan dan berkembang dan ada pula harus pulang kampung lagi. Sekian lama di kampung, kembali lagi ke rantau orang. Ada pula yang pulang kampung dan tidak kembali. Sebaliknya, pertama pergi ke rantau orang dan tidak pulang-pulang lagi melihatl nagari tempat kelahiran dan tapian mandi. Andaikan ada orang Paninggahan seperti yang terakhir ini (pergi tidak pernah kembali), Bagaimanakah perasaan dan pemikiran kita? Tentu rasa peduli lah yang bisa menindaklanjutinya.

Penulis ingat dengan istilah, “Kalau benih ingin menjadi padi yang berkembang, jangan biarkan tertanam di pesemaian saja”. Maklumilah kalimat singkat ini. Agar kita tidak seperti katak dalam tempurung.

Pulang Basamo atau Samo-samo Pulang? Kalimat ini hampir sama tetapi mempunya pengertian yang berbeda. Pulang Basamo melambangkan rasa kekompakan, kebersamaan dan persatuan. Sedangkan Samo-samo Pulang, bisa jadi pengertiannya, ada yang dahulu dan ada yang kemudian, jaraknyapun tidak bisa ditentukan. Yang penting; sama-sama pulang. Duluanlah pulang, nanti saya menyusul. Apakah akan bisa bertemu? Tergantuang keadaan.

“Pulang Basamo” bagi masyarakat Paninggahan khususnya, tentu mengandung maksud dan tujuan yang sangat mulya. Menurut penulis, di antara tujuan “Pulang Basamo” adalah:

1. Melepaskan rasa rindu/ taragak bertemu dengan sanak keluarga, kawan-kawan yang senasib seperjuangan dan masyarakat Paninggahan pada umumnya.

2. Menjalin dan mempererat silaturrahmi yang hampir menjarak selama kampung ditinggalkan apalagi sebagian dari warga Paninggahan yang lahir di rantau orang yang belum kenal dengan kampung halaman aslinya.

3. Menumbuhkembangkan rasa peduli kepada nagari Paninggahan yang dicintai, baik di bidang pembangunan fisik maupun mental. Memberikan motivasi dan langsung berkontribusi dalam membangun sarana dan prasarana nagari. Tujuannya adalah agar nagari Paninggahan, duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dengan nagari lain.

4. Menjalin kerjasama yang baik antara perantau dengan orang yang berada di kampung dalam meningkatkan serta mengebangkan SDM dan SDA Nagari Paninggahan.

5. Penulis tidak bisa merincinya, karena penulis pulang Kampung Setiap hari.

Penulis kutip beberapa pikiran yang dituangkan oleh para perantau maupun yang berada di kampung tentang PRA PULANG BASAMO PKP Se-INDONESIA.

Ada pertanyaan, ada jawaban. Ada penyataan, ada tanggapan. Andaikan ada yang lupa, penulis hanya sekedar mengingatkan. Penulis akan mengutip dan mengomentari yang berkaitan yang temanya “Pulang Basamo”, karena cukup banyak tema pembicaraan dalam Group Palanta Paninggahan ini. Ada yang bertema Politik, sosial budaya dan Ekonomi. Beberapa tema yang terakhir ini, Insya Allah akan penulis torehkan pada lain kesempatan.

B, Batua : “Salamo ko nan bnyak urang tau,,selalu masalah bola ,, kebetulan ambo sadang di kampuang,, mangecek2 jo apak jo angku2 ,,sebagian bilau2 tu nan tau nya masalah bola,,tantu ado keributan,, tapi setelah dijaleh kan ,,mudah2 an banyak masarakat paninggahan paham, apo tujuan nyo pulang basamo ko !”

Penulis: “Tanpa mengurangi raso hormat dan karano tidak tahu, APO AGENDA BESAR PULANG BASAMO 2020??, MINIMAL BANGKALAI YG AKAN DITARUIHAN OLEH PENGURUS DAN PULANG BASAMO SALANJUIKNYO??

Ef: “Mungkin bisa dijawab oleh ketua Panitia Pulang Basamo atau DPP PKP terkait pertanyaan iko”

ARM : Sangat besar manfa’atnya, di sisi silaturrahmi ada teman kita sudah berpisah selama lebih kurang 25 Tahun dengan pulang basamo bisa ketemu dan mengenang masa silam

”Ass, Ambo Armen Mochtar, mantan aktifis di pkp, pernah menyelenggarakan pulang basamo 4 kali, menjawab pertanyaan diatas, pulang basamo sangat besar manfaat nya untuk percepatan pembangunan yang bersifat swadaya maupun semi swadaya, contoh, lahir nya SMA junjung sirih berkat dorongan pulang basamo, di bangun nya mushola SMA juga hasil pulang basamo, perlu kita pahami, sedikit secara finansial, kalau saja jumlah kita pulang sebanyak 5000 orang, kemudian membelanjakan uang nya masing-masing 3 juta berarti sudah 15 milyard tambahan uang yang beredar di paninggahan dalam waktu dua minggu.

Menurut hemat saya, PULANG BASAMO HARUS TERUS KITA LAKSANAKAN DAN KUALITAS NYA TERUS KITA dan kita SEMPURNA KAN semoga kita sama sama memahami, bahwa ini adalah ALEK AWAK BASAMO, BUKAN ALEK PRIBADI PENGURUS, “ma’af tidak melayani debat kecuali diskusi”

FD. Agenda mantap.kebetulan ambo dikampung SIDAK DIAM2 dan terlalu banyak persoalan nagari dan ambo danga keterangan dari mayrakat. Termasuk rentenir, silogan tunggal kenangan, ya sudahlah terserah kita bersama lah, mau dirubah atau kito bia an sajo

BB; Ini agenda yg di susun panitia pulang basamo 2020 , ini akan di musyawarahkan ke kampung insyaalah tgl 8 februari 2020 bersama dengan seluruh lembaga nagari , pemuka masyarakat beserta panitia penyelenggara pulang basamo di kampung.

Mudah2an acara pulang basamo kita tahun ini bisa menberi manfaat yg besar untuk nagri & bisa menyatukan tekat seluruh perantau untuk tetap peduli terhadap nagari , aamiin��
1. Pacu Biduk
2. Turun Ke sawah
3. Festival Budaya
4. Car Free Day
5. Tablig Akbar
6. Napak Tilas
7. Pertandingan Bola Kaki
8. MTQ antar Bintang
9. Mubes.
10. Pemberian oleh-oleh.

ASB : Assalamulaikum,����”untuk saudara Panitia pulang Basamo,kok lupo ambo Maingekan,bukan manggurui,mohon maaf kalau ambo salah����.

01.����,Salamo awak di kampuang di Adokan tampek tampek Kuliner Asli Paninggahan, tampeknyo mungkin dulu Lapangan Gando, Mulereng, Kapalo Aia, Gagoan, Lapangan Ondoh, dan Balai Baru Paninggahan,(kok bisa pedagang/Pangaleh manyadioan Lapiak untuk Baselo, Mungkin di dalam Balai baru Paninggahan bisa makan Baselo / atau tampek Lain.��☕��.

02.Salamo di kampuang untuk Kebutuhan Harian di Imbau Palanjo di Kampuang Awak, di kadai-kadai nan ado di kampuang.

03.Di tentukan Kantong-kantong Parkir untuk oto roda ampek Setiap Jorong, dan juo di Imbau selama di Dalam Kampuang, Untuk Jarak dakek supayo indak Mambao Oto untuk menghindara Kemacetan di dalam Kampuang,ancak Bajalan Kaki Sekalian Silatuhrami dan saling Manyapo.

 

Mohon Maaf ambo kalau salah maagih Pandapek

ED: Tambahan ciek lai.. PAKAI BAHASO Paninggahan/Minang KITO BASAMO… Mohon maaf JAAN Beko urang/perantau Jakarta pakai BAHASO Jakarta, Padang…urang Palembang.. Jambi dan lainnya LAH pakai BAHASO Melayu tenggi istilah urang kampuang KITO… mungkin BISA Kito tiru urang Jawa kalo nyo pulang atau basuo Jo urang Jawa lain nyo… Inyo pakai BAHASO Jawa nyoo..

IN: Ado lo ciek lai damen, harago sembako salamo pulbas ndak bulih main pakuk lah….
IA: Kuah tatuang kanasi,sasakali pulang kakampuang.

Penulis: Hehe..hati2..!! jaan kamukokan imej yg kurang elok…termasuk ttg bahasa apalagi tentang ekonomi dan pencaharian. Prinsipnyo..awak urang kampung, hanyo tampek mancari hiduik nan babeda. Kok ada maraso talabiah pitih beko..niatkan sajo baragiah, basidakah dan jaan bahaso ” Pakuak mamakuak” lo..

BB; ”Pulang basamo lah samakin dakek , jan ribuik2 juo dengan hal nan indak paralu di palanta ko
Malu sasamo awak basobok di kampuang bisuk , acara banyak bisuk ko
Tiok hari awak ka basobok , akur2 so lah kamungko e lai
Basamo2 kito sukseskan pulang basamo mambangun kampuang tahun kini.

JG; semoga acara pulang basamo kito sukses dan sesuai dengan harapan masyarakat kito ketua.

Telah panjang wacana dan cerita serta canda tentang Rencana “Pulang Basamo” PKP se-Indonesia tahun 2020 ini. Pemerintah Nagari dan Masyarakat yang ada di kampung yang telah sering melaksanakan rapat persiapan menyambut Pulang Basamo ini. Urusan pribadi di undur, Sawah dan ladang dicarikan waktu lain untuk mengerjakannya. Berangkat pagi, pulangnya sore, malampun dijadikan agenda. Untuk apa??? Rapat, rapat dan rapat untuk menyambut sanak saudara yang palang dari rantau orang.

Penulis membaca agenda Pulang Basamo yang tertulis. Dari sekian banyak agenda, Agenda apakah yang langsung menyentuh masyarakat Paninggahan yang begitu banyak?? Sejauh manakah manfaat dan pengaruhnya yang positif kepada masyarakat yang akan ditinggalkan lagi??

Kalau kita bicara tentang belasan tahun yang lalu, seperti berdirinya SMA, Berdirinya PUSKESMAS, TERBANGUNNYA JALAN KE BAKIK BATU AGUNG, JALAN KE RIMBO HULU, BERDIRINYA BPR DAN SARANA PRASARANA LAINYA. Siapakan dibalik itu semua?? Dan apakah hanya akan tinggal sekedar cerita? Mana yang sekarang?? Apalagi yang akan datang. Kita Tunggu SEBUAH REALITA PASCA PULANG BASAMO PKP PANINGGAHAN TAHUN 2020.
Kamis, 30 Januari 2020 (***)

Pos terkait