Oleh : DARMIWANDI, S.Ag, MH.
“ S.3 “
Kita diberi waktu yang sama oleh Yang Maha Kuasa, yakni selama 24 jam sehari semalam, tidak lebih dan tidak kurang dan tidak ada yang dilebihkan dan tidak ada pula yang dikurangi. Adakan yang merasa kurang dari 24 jam tersebut? Hanya sebagian kecil yang merasa kurang karena waktunya telah habis mengejakan banyak hal sehingga masih banyak pekerjaan yang tertinggal dan belum selesai. Biasanya yang merasa kekurang waktu itu adalah di saat seseorang menghadapi ujian. Soalnya begitu banyak sedangkan waktunya hanya beberapa minit saja.
Selain orang yang dalam menghadapi ujian, ada lagi orang yang merasa kekurangan waktu, yaitu orang yang sibuk. Tentu dalam hal ini adalah orang yang sibuk dengan pekerjaannya. Adakah orang yang sibuk dengan bukan pekerjaannya? Ada!. Yaitu orang yang sibuk dengan pekerjaan orang lain. Sibuk melihat dan memperhatikan serta menilai orang lain. Sibuk engkritik dan mencari-cari kesalahan, kelemahan orang lain. Sibuk mencari orang untuk membicarakan orang lain, seakan-akan waktu masih kurang karena pembicaraan terputus dan belum selesai. Pembicaraan besok kita lanjutkan! Karena masih banyak hal yang perlu kita bicara tentang dia. Dimanakah orang seperti ini sekolahnya? Mungkin di “STM” Pribadi (Sibuk Tidak Menguntungkan). Jauh berbeda dengan orang yang sekolah di STM Negeri dan atau swasta, mereka yang lulusan ini umumnya juga sibuk tetapi “Sibuk Tapi Menghasilkan”.
Setiap kita punya kesibukan masing-masing sesuai dengan profesi kita. Seorang politisi, dia akan sibuk dengan pilitiknya. Siang malam, dia memikirkan dan menghabiskan waktunya untuk membicarakan dan melaksanakan visi dan misinya yang pernah dijanjikan kepada pendukung dan masyarakatnya. Terkadang waktu untuk keluarga dan kesenangan pribadinya terpinggir dan terlalaikan. Politis seperti ini adalah seorang politisi yang mempunyai tanggung jawab moral.
Ada juga politisi yang sibuk, tetapi dia sibuk dengan jabatan dan memikirkan pribadi dan keluarga serta partainya saja karena dia harus memikirkan berapa dan betapa banyak uang dan harta yang tergadai, terjual untuk mendapatnya. Dia sibuk? Iya!. Tetapi sibuk bukan untuk kepentingan umat banyak. Biasanya, orang yang sibuk seperti yang terakhir ini hanya sesaat yaitu saat itu saja dan untuk yang akan datang, orang berfikir panjang untuk menjadikan dia sebagai wakil rakyat.
Seorang pedagang juga sibuk. Sibuk dengan barang dagangannya. Kapan dan di mana saja dia duduk, yang dipikirkan dan dibicarakannya adalah masalah perdagangan. Bagi seorang pedangan yang benar dan baik, dia akan berfikir dan berusaha sekuat tenaga bagaimana dagangannya beruntung dan berkembang tanpa merugikan dan menganiaya orang lain. Biarlah sedikit untuk tetapi dia dapatkan dengan cara yang halal. Sebagian pedagang jaga sibuk, tetapi sibuk dengan pikiran dan bagaimana cara mendapatkan keuntungan yang besar. Dia tidak peduli dengan orang lain, yang penting adalah untung. Halal dan haram adalah kemudian. Kenapa? Jangankan dengan cara yang halal, dengan cara yang haram sudah susah. Inilah pikiran orang sibuk dengan kelicikannya.
Seorang pegawai Kantor juga sibuk dengan beban pekerjaan yang sedang menumpuk. Belum selesai satu, dua atau tida pekerjaan yang dibebankan, datang lagi pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Pekerjaan itu bukan hanya mengetik, menyusun dan merapikan kertas tetapi memikirkan apa yang terbaik bagi dirinya dan lingkungannya. Kalau dia seorang staf atau pegawai biasa, kerjanya adalah bergelimang dengan konsep dan kertas yang bertumpuk. Kalau dia seorang pejabat, maka pekerjaannya sibuk dengan koordinasi, komonikasi serta memberikan bimbingan dan pembinaan kepada bawahan yang merupakan tanggung jawab yang terletak di pundaknya. Pejabat yang sibuk seperti ini adalah pejabat yang memeliki inovasi dan kreasi serta berwawasan tinggi. Andaikan karakter pejabat seperti ini ikuti oleh bawahan dan pegawai lainnya, bagaimanakah suasana kantor tersebut? Penulis sulit mengungkapnya!.
Penulis adalah salah seorang pegawai kantoran sebagaimana juga dengan teman-teman penulis lainnya. Penulis perhatikan sebagian besar dari teman penulis adalah orang-orang yang sibuk. Mereka sibuk dengan pekerjaan mereka,dan kesibukan mereka tidak terlalu penulis ketahui karena kami diberikan tugas yang berbeda sesuai dengan Jabatan Fungsional Umum (JFU) yang diamanahkan. Sebagian dari bukti kesibukan teman-teman dan para pejabat di kantor, dapat dilihat di dalam Group WA kami. Seksi madrasah sibuk dengan kemadrasahannya. Seksi Haji sibuk dengan masalah Haji dan Umrah nya. Seksi Bimas Islam sibuk dengan kebimasannya. Sekjen sibuk dengan aktifitas yang begitu padat dan begitu pula dengan seksi dan atau lainya.
Penulis juga sibuk? Iya!. Tapi sibuk dengan HP. Penulis sibuk melihat HP dan membaca WA yang masuk ke dalam HP, penulis melihat dan membaca salah satu group WA yang baru bergabung di HP ini, yakni GROUP WA “EBI Bimas Islam“. Kenapa dibilang baru, karena penulis minta kepada Bapak Januar untuk dimasukan ke dalam group. Setelah penulis lihat, ternyata group ini telah dibuat sejak 11 Januari 2018, sedangkan penulis baru bergabung pada tanggal 18 Januari 2020.
Penulis perhatikan setiap photo dan tulisan yang masuk., penulis bingung dan heran. Untuk mengurangi kebingungan dan penasaran penulis, penulis coba menghubungi beberapa orang yang ada di dalam group tersebut secara pribadi. Penulis tidak mau bertanya melewati WA Group, karena keberatan ketahuan ketidahtahuan penulis.
Di antara isi WA yang penulis baca sebelumnya adalah:
[11:18, 2/19/2020] Januar Malin Kanwil: Semangaaaaat…….����
[11:21, 2/19/2020] Januar Malin Kanwil: untuk antisipasi dan mungkin juga dibutuhkan nanti…… mohon juga di dokumentasikan kegiatan sedang melakukan wawancara dengan responden…
[11:30, 2/19/2020] EBI Hermansyah. Dt: Oke Pk ��
[13:38, 2/19/2020] EBI Hermansyah. Dt: Wawancara dg pengurus Nu Agam. H. Yusrizal
[13:40, 2/19/2020] EBI Hermansyah. Dt: Wawancara dg takmir masjid Nurul Huda Kp Darek Kec. TJ Mutiara bpk Karnedi, Sp
[13:43, 2/19/2020] Januar Malin Kanwil: Ko pak kasi Bimas mah pak Herman…������⭐⭐
[13:48, 2/19/2020] Januar Malin Kanwil: Mantaaap pak
[13:48, 2/19/2020] EBi Febri Doni: Pensiunan Kasi Bimas pak Januar.. hehehe…
[13:49, 2/19/2020] EBI Hermansyah. Dt: Mantan pk
[15:27, 2/19/2020] EBI Hermansyah. Dt: Wawancara dg stake holder peserta bimbingan Perkawinan di KUA Lubuk Basung
[15:29, 2/19/2020] EBI Hermansyah. Dt: Wawancara dg stake holder peserta bimbingan Perkawinan di KUA Lubuk Basung
[12:26, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Sedang berlangsung wawancara oleh Ratna Dewi (petugas lapangan pengumpul data/ope EBI) dan Fryta Nery (Perencana) kepada H. Aswir Ketua BAZNAS penghimpunan data Renstra periode 2020- 2024, Kamis (20/2).
[12:36, 2/20/2020] Januar Malin Kanwil: Sukses team Padang panjang…����
[12:37, 2/20/2020] EBI Dewi: Mksh pak januar������������
[12:38, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Makasi pak @Januar Malin Kanwil …ditunggu besok di PP ����
[13:04, 2/20/2020] Januar Malin Kanwil: ����������
[13:24, 2/20/2020] Januar Malin Kanwil: Terkenal kira nya…
[13:35, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri:
Ustad somad palembang …
[15:55, 2/20/2020] Januar Malin Kanwil: H-14 sudah tercapai 8,17% ( 118 responden dari target minimal responden 1.444 orang)
[16:21, 2/20/2020] +62 853-6854-7119: Wawancara oleh ( Aldri ) petugas lapangan pengumpul data/ope EBI) kepada. Yultel Ardi, S.HI, Tk. Malin Sulaiman
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Padang.
Penghimpunan data Renstra periode 2020-2024 ,kamis (20-02-2020)
[16:22, 2/20/2020] Januar Malin Kanwil: Mantaaap…
[16:23, 2/20/2020] +62 812-6625-1978: BAZ kota Bukittinggi
[16:26, 2/20/2020] Januar Malin Kanwil:
Melihat dan memperhatikan chatingan anggota group ini, maka penulis memnghubungi di antara anggota group miskipun penulis belum saling kenal. Bila penulis tidak bertanya, maka dipastikan penulis akan ketinggalan informasi. Malu bertanya sesat di jalan, akhirnya jalan-jalan se panjang jalan yang tidak akan bertemu ujungnya kecuali jalan buntu.
Penulis mencoba menghubungi buk Riri,Buk Dewi dan pk. Hermansyah dalam waktu bersamaan melalui WA pribadi, karena beliau adalah anggota group EBI Bimas Islam.
[13:59, 2/20/2020] Darmiwandi: Assalaamu’alaikum buk.riri..lai buliah ambo batanyo ttg kegiatan ibuk di EBI?
[14:19, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Wa’alaikum salam
[14:19, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Maaf…ini siapa pak?
[14:21, 2/20/2020] Darmiwandi: Saya Darmiwandi dri kota solok. Bru gabungan di group ini..
[14:22, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Apa yg bisa ri bantu pak?
[14:22, 2/20/2020] Darmiwandi: Ambo caliak kawan2 turun lapangan..tolong jalehan stek..dima dan apo yg ditanyoan tu? Mksih sblumnyo..
[14:24, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Ya pak…kami di padang panjang melakukan wawancara kpd koresponden sesuai instrumen yg ada pd aplikasi ebi tuk survey rensta pak
[14:24, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Diberikan saja instrumen yg ada tsb pak
[14:24, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Nanti kita jelaskan kalau ada yg ragu
[14:25, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Kami sebenarny bekerja dlm tim pak
[14:25, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Bbrp instrumen kami minta tlg ke KUA
[14:25, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Ada penyuluh dan penghulu
[14:25, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Jadi bapak nanti terbantu
Setelah buk Riri menjawab dan menanggapi beberapa pertanyaan penulis, maka penulis membuka Aplikasi EBI dan memotokan buat buk Riri. Mungkin buk Riri tahu bahwa penulis tidak pandai mengaplikasikan Aplikasi ini, maka buk Riri langsung menelphon penulis. Beliau menjelaskan dan mamandu penulis melewati langsung. Setelah penulis buka lagi laptop, penulis kirim lagi mana yang tidak penulis ketahui.
[14:25, 2/20/2020] Darmiwandi: Yg mna di buka buk??
[14:28, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: https://youtu.be/TzVRlkt2AwE
[14:28, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: https://youtu.be/QPxxE-R_oak
[14:28, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: �� SURVEI RENSTRA BIMAS ISLAM (10 Februari – 5 Maret 2020) ��������
�� Ditjen Bimas Islam akan mengadakan Survei Nasional dalam rangka penyusunan Renstra 2020 -2024. Hal ini berdasarkan SK Dirjen Bimas Islam nomor 1203 tahun 2019 tentang Penghimpunan Data Dukung dan Serap Aspirasi Masyarakat Dalam Rangka Penyusunan Rencana Strategis Ditjen Bimas Islam tahun 2020-2024.
Penulis: Mksih buk. Ambo cubo membaco dulu buk.
[14:38, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Kan ado terlihat “memulai survey” sebelah kanan pak
[14:38, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Diatas kotak biru
[14:38, 2/20/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Klik memulai survey tsb pak
Penulis: Buk Riri..Mksih byk sblumnya. Seluruh istrument bru siap saya print buk.
Riri : Semangat! “Stikernya”
Setelah Buk Rini menanggapi dengan keikhlasan beliau, masuk lagi WA dari Buk. Dewi.
[14:17, 2/20/2020] Darmiwandi: Ass, buk Dewi.
[14:19, 2/20/2020] EBI Dewi: Wa’alaikumsalam..
[14:22, 2/20/2020] Darmiwandi: Buliah batanyo buk??
[14:28, 2/20/2020] EBI Dewi: Maaf sebelumya ini siapa ya???
[14:47, 2/20/2020] Darmiwandi: Saya Darmiwandi dri kota solok. Bru gabungan di group ini..jdi blum tahu ttg tata kerja EBI buk..
[15:38, 2/20/2020] EBI Dewi: Ooo….ya pak selamat bergabung ya pak�� ttg tata kerja EBI sudah diterangkan sama teman saya tdi pak sama buk riri silakan aja bapak pelajari dulu nanti klu ada yg ragu silakan bapak tanya lagi ok pak��
[16:01, 2/20/2020] Darmiwandi: Iya buk. Mksih byk sblumnya. Seluruh istrument bru siap saya print buk.
[16:02, 2/20/2020] EBI Dewi: Mantap pak������
[16:04, 2/20/2020] EBI Dewi: Setelah di print bapak copy sebanyak kebutuhan target minimal responden pak
[16:05, 2/20/2020] EBI Dewi: Setelah itu baru turun kelapangan��
[16:09, 2/20/2020] Darmiwandi: ooh gitu ya buk..mksih buk.
Tidak lama berselang, pak Hermansyah menjawab pertanyaan saya yang tidak tahu ini.
[14:15, 2/20/2020] Darmiwandi: Ass, pk.Dt.
[14:17, 2/20/2020] EBI Hermansyah. Dt: Wa’@laikumSalam
[14:18, 2/20/2020] Darmiwandi: Buliah tanyo ttg EBI pk.Dt. krno ambo bru masuak.
[14:19, 2/20/2020] EBI Hermansyah. Dt: Buliah
[14:20, 2/20/2020] Darmiwandi: Ambo caliak kawan2 turun lapangan..tolong jalehan stek..dima dan apo yg ditanyoan tu? Mksih sblumnyo..
[14:27, 2/20/2020] EBI Hermansyah. Dt: Bekoh yo, sdg rapek…
Sebagaimana yang penulis ungkapkan sebelumnya, bahwa kami belum pernah saling kenal apalagi pernah bertemu bertatap muka, tetapi rasanya kami sudah pernah duduk, makan dan minum bersama sambil bercanda. Begitu murah dan mudahnya orang yang jauh di sana berbagi ilmu dan pengalaman. Berawal dari bahasa tulisan, selanjutnya dengan bahasa lisan (telphonan), tak ada satu patah kata pun yang merendahkan orang yang tidak mengerti dan mengetahui. Bagaimanakah dengan kita? Di saat orang yang tidak mengerti dan memahami bertanya??? Apakah kita takut dengan ilmu kita akan hilang dan berpindah kepada orang yang bertanya??? Atau kita kwatir kalau kita akan kehilangan pekerjaan?? Atau memang hati kita yang tidak mau berbagi alias pelit dengan ilmu!
Ketahuilah! Orang yang pelit berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman, maka ilmunya akan sulit bertambah.
Perjalanan dilanjutkan. Berangkat dari ketidaktahuan, penulis mencoba merangkak menelusuri jalannya EBI ini. Penulis bukanlah hobby aplikasi apalagi ahli IT. Kalau hanya sekedar mengetik sepucuk surat, penulis masih sedikit mengerti walau banyak yang harus diperbaiki. Satu atau dua hari setelah penulis bertanya, penulis memncoba pula menampak wajah apa adanya serta beberapa ulas tulisan yang tidak pernah muncul sebelumnya.
[10:26, 2/21/2020] Darmiwandi: Sdg wawancara dg pengurus MUI Dan pungurus NU Kota Solok.
[10:27, 2/21/2020] Januar Malin Kanwil: Sukses pak Wandi…������
[10:28, 2/21/2020] Darmiwandi: Baraja2 pk.januar..
[10:29, 2/21/2020] EBI Dewi: Semangat pak darmiwandi��
[10:52, 2/21/2020] Darmiwandi: wawancara dg tokoh Muhammadiyah Kota Solok.
[11:14, 2/21/2020] EBi Febri Doni: Semangat pak @EBI Hermansyah. Dt
[14:55, 2/23/2020] Darmiwandi: Wawancara dg penyuluh agama dan jga pengurus MUI dan ORMAS Kota Solok.
[10:53, 2/24/2020] Januar Malin Kanwil: Agam hampir menyalip Padang panjang…��������
[13:45, 2/24/2020] EBI. Riri Fryta Neri: Berpacu demi kebaikan ��������
[14:24, 2/24/2020] Darmiwandi: Cubo caliak data dari solok pk.januar.
[14:39, 2/24/2020] Januar Malin Kanwil: Kota Solok lah muncul ka permukaan pak Wandi….������ Mantaaap…
[10:33, 2/25/2020] Darmiwandi: Wawancara dg penyuluh agama.
[10:36, 2/25/2020] Darmiwandi: Wawancara dg ketua Nazir wakaf kota solok
Informasi terakhir di atas adalah saat penulis turun ke lapangan sesuai dengan amanat surat yang disampaikan oleh Kepala Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, yakni Bapak. H. Hendri, S.Ag. M.Pd. Dalam surat yang beliau tanda tangani itu memerintahkan petugas yang ditujuk untuk mengumpulkan data dukung dan serap aspirasi dalam rangka Penyusunan Renstra 2020-2024 Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI di lapangan dan menginputnya ke dalam aplikasi E-Planning Bimas Islam (EBI).
Sekilas bicara tentang Bapak Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat ini, penulis masih ingat dan terbayang tentang aktifitas dan kesibukan beliau. Waktu penulis mengikuti beberapa kali Diklat dan Orientasi di Padang, dimana jadwal kegiatan tersebut ada yang sampai 10 malam, penulis sering melihat beliau masih berpakaian Dinas Kantor saat memberikan materi. Artinya apa? Dari pagi sampai tengah malam, beliau masih beraktifitas dan menjalankan amanah yang dipikulkan ke pundak beliau. Miskipun hari sudah malam, semangat dan keceriaan beliau memberikan materi tidak kendor dan tetap bersemangat. Obat mujarab apakah yang beliau makan? Yang pasti adalah rasa tanggungjawab terhadap tugas. Lelah dan letih, seolah-olah tidak beliau hiraukan.
Amanat Bapak Ka.Kanwil Kemenag Prov.Sumbar ini penulis jalankan setelah di tunjuk dan ditetapkan oleh Plh. Kankemmenag Kato Solok pada tanggal 18 Februari 2020. Apakah penulis melaksanakan amanah ini sendiri saja tanpa di bantu oleh yang lain? Tidak!. Ada buk. yani yang menolong menyusun bahan agar rapi, ada pk.Roki dan pk.Jamaris pagi tadi menemani penulis turun ke lapangan serta ada si Ana yang membantu menginput ke EBI.
Perjalanan belum berakhir, pekerjaan belum selesai. Waktu yang diberikan kepada seluruh petugas lapangan terbatas, yaitu tanggal 5 Maret 2020. Item yang akan disselesaikan bisa saja dikatakan banyak dan bisa saja dikatakan sedikit. Bisa saja dikatakan mudah dan bisa saja dibilang sulit. Semuanya tergantung kepada yang diberi amanah.
TERGET MINIMAL RESPONDEN
1. Jamaah Masjid : 5
2. Jamaah Masjid Usia Muda : 5
3. Takmir Masjid : 5
4. Jamaah Majelis Taklim : 5
5. Jamaah Majelis Taklim Usia Muda : 5
6. Penyuluh : 6
7. Badan Amil Zakat Nasional : 1
8. Lembaga Amil Zakat : 3
9. Muzakki : 3
10. Badan Wakaf Indonesia : 1
11. Nazir Lembaga : 3
12. Nazir Perorangan : 3
13. Muhammadiyah : 3
14. Majelis Ulama Indonesia (MUI) : 3
15. Nahdatul Ulama (NU) : 3
16. Ormas Lainnya : 3
17. Pengantin : 10
18. Peserta Bimbingan Perkawinan :
Bagaimanakah menyikapi dan menindaklanjuti tugas yang tujukan kepada seorang ini? Penulis mengingat dan mempraktekan istilah orang Minangkabau yang mengungkapkan:
“Ketek Utang Dek Baansua”,
“Barek Baban Dek Batumpuak”
Kalau bicara dan alasan “Saya Sangat Sibuk (S.3)”, Apakah hanya anda yang sibuk? Dan seberapakah sibuknya anda? Apakah yang anda sibukkan? Sekarang anda Sangat Sibuk? Benar!. Apakah yang baik yang akan di kenang orang setelah anda meninggalakan alam fana ini???






