Mentreng.com | Tanah Datar – Terjadinya banjir bandang (galodo) di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan, Minggu pagi (05/04). Dikarenakan curah hujan cukup tinggi semenjak Sabtu sore di wilayah Tanah Datar dan sekitarnya.
Dengan debet air yang terlalu banyak maka terjadilah banjir bandang pada pagi Minggu pukul 05.30 Wib. Mengakibatkan dua korban meninggal dunia tertimbun material longsor dan 5 (lima) rumah rusak, 4 buah di antaranya rusak berat.
Korban meninggal Bainar (75) dan anaknya Zulparman (45) alias Ijun ditemukan siang harinya setelah tim gabungan PU, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Satgas PB Nagari, Relawan, dan masyarakat berjibaku mencari korban dan akhirnya bisa ditemukan dan posisi yang berdekatan.
Menurut catatan BPBD Tanah Datar pukul 13.30 WIB, kedua jenazah korban berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah keluarga korban untuk proses pemakaman.
Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma saat melayat ke rumah duka tidak jauh dari lokasi bencana menyampaikan duka cita mendalam.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Tanah Datar, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga atas musibah yang mengakibatkan 2 orang, ibu dan anak dipanggil oleh Allah SWT. Semua ini ketetapan-Nya yang harus diterima dengan sabar dan ikhlas,” ucap Zuldafri didampingi Kalaksa BPBD Thamrin dan Kadis Sosial Yuhardi.
Zuldafri katakan pemerintah daerah akan mengupayakan bantuan kepada masyarakat yang ditimpa musibah longsor ini.
“Bantuan awal kepada korban sudah diserahkan tadi pagi dan selanjutnya diupayakan bantuan berikutnya baik melalui APBD Tanah Datar, provinsi maupun dari pusat, sementara Dinas Sosial juga siap membantu logistik beberapa hari kedepan untuk korban dan petugas yang akan melanjutkan pembersihan lokasi bencana” terang Zuldafri.
Kepada seluruh petugas, TNI-Polri, BPBD dan masyarakat yang ikut membantu, Wabup Zuldafri menyampaikan apresiasi dan terima kasih dengan gerak cepat dan tanggap bersama-sama membantu penanganan bencana longsor Guguk Malalo.
Wabup meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan mengingat lokasi ini daerah rawan bencana.
“Mitigasi bencana menjadi penting mengingat daerah ini rawan bencana longsor,” sampai Zuldafri.
Senada dengan itu Anggota DPRD Tanah Datar Herman Sugiarto juga memberi apresiasi pemerintah daerah dan relawan dengan cepat datang memberi bantuan membersihkan lokasi bencana sekaligus mencari korban.
Dengan kejadian Herman Sugiarto berharap masyarakat bisa mematuhi dengan tidak membuat bangunan di daerah rawan bencana. “Tentunya pasca bencana, bagaimana pemerintah daerah bisa menata daerah ini menjadi aman dari bencana,” ujarnya. (Tim)






