Oleh : Edi Firman
Tiada berbilang lagi terbilang. Entah sudah berapa banyak tokoh – tokoh besar dunia lahir dari kedai – kedai ataupun pelanta – pelanta seperti ini.
Menerima memberi kabar, bercerita kehebatan dan petualangan. Dari seloroh – seloroh kecil hingga topik – topik besar, acapkali hadir dalam perbincangan.
Nan dingin bisa dihangatkan, nan panas mampu dibekukan. Berbaur sumir antara keadaan dengan ketiadaan.
Begitu banyak kesucian terungkap melalui celoteh – celoteh ringan. Pun tidak sedikit kekeruhan menyelinap di rongga – rongga angin.
Di sini, di pelanta ini.
Begitu mujurnya tempat ini ada disini. Beruntung terkarena terselimuti logo Ikhlas Beramal. Logo nan identik dengan norma bathin, nilai – nilai kesucian.
Logo ini akan melindungi insan yang mau untuk berlindung dibawahnya, hingga terjaga dari gosip isu nan tak berguna.
Berbeda dengan tempat lain.
Di nun jauh disana, raja Syaitanpun tak perlu mengutus berpeleton – peleton prajuritnya untuk menghembus berbisik – bisik, terkarena memang para peserta berasal dari golongan nan sama.
Editor: helda






