Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas, 72 Siswa SMAN 9 Padang Diedukasi soal Bahaya Balap Liar

Mentreng.com  |  Padang –Sebanyak 72 siswa SMAN 9 Padang mendapatkan edukasi keselamatan lalu lintas dalam kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat bersama Ditlantas Polda Sumbar, Dishub Kota Padang, dan Jasa Raharja pada Rabu (9/7/2025).

Kegiatan ini diprakarsai oleh Kabid Angkutan Jalan Rizaldi Rusdi Lubis sebagai langkah antisipasi maraknya perilaku ugal-ugalan dan balapan liar yang rawan dilakukan oleh remaja usia sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani dalam sambutannya menekankan pentingnya kesadaran berkendara di usia produktif.

Ia menyebut keselamatan lalu lintas bukan hanya sekadar formalitas, melainkan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan jalan yang aman dan tertib.

“Kecelakaan lalu lintas masih menjadi momok menakutkan dan menjadi salah satu penyebab utama hilangnya nyawa, khususnya di kalangan usia muda. Data menunjukkan ribuan orang menjadi korban tiap tahunnya,” kata Dedy.

Ia menjelaskan empat faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas, yakni faktor manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan. Menurutnya, kesadaran terhadap keempat aspek ini perlu ditanamkan sejak dini.

“Kurangnya kesadaran akan aturan, penggunaan ponsel saat berkendara, kendaraan tidak layak jalan, serta kondisi jalan dan cuaca yang ekstrem menjadi kombinasi penyebab kecelakaan,” jelasnya.

Dedy berharap siswa SMAN 9 Padang dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing.

“Gunakan helm standar, taati rambu lalu lintas, jangan berkendara tanpa SIM, dan hindari balapan liar. Jadilah pengendara yang bertanggung jawab dan beri contoh kepada teman dan keluarga,” ucapnya.

Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh para siswa. Mereka diberikan pemahaman langsung tentang risiko kecelakaan serta tata cara berkendara yang benar dan aman di jalan raya. Sosialisasi juga diisi dengan diskusi interaktif serta penayangan video edukatif tentang kecelakaan lalu lintas.

“Anak-anak muda memiliki energi yang besar, tapi seringkali belum dibarengi dengan kesadaran akan risiko. Edukasi seperti ini sangat penting untuk mencegah potensi korban dari kalangan pelajar,” pangkasnya. (Dion).

Pos terkait