Mentreng.com | Kota Solok – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., MM, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Fastabiqul Khairat Solok, menghadiri kegiatan Apel Pagi Santri MTs Pondok Pesantren Tarjun Najah Solok pada Minggu pagi (27/07). Kehadiran beliau didampingi oleh Ustadz Ahmad Iskandar, S.Pd.I selaku Kepala Madrasah.
Dalam amanatnya, Buya Zulkifli memberikan nasihat kepada para santri tentang empat bekal penting yang harus dimiliki oleh seorang santri sebagai fondasi dalam menempuh pendidikan di pondok pesantren dan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pertama, santri harus memiliki iman yang kuat. Aqidah dan tauhid adalah pelajaran utama di pondok pesantren, karena iman menjadi dasar dari segala amal,” ujar Buya Zulkifli.
Yang kedua, beliau menekankan pentingnya ilmu pengetahuan. “Ilmu itu luas bagaikan samudra. Dalam hadis disebutkan, barang siapa yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, maka harus dengan ilmu,” tambahnya.
Ketiga, santri harus memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik. Menurutnya, akhlak yang mulia akan membawa seseorang kepada keberkahan dalam hidup.
Dan yang keempat, santri harus memiliki keterampilan dalam public relation atau menjalin hubungan sosial yang baik. “Santri perlu bisa berinteraksi dengan sesama teman, saling mengenal, saling mendukung, serta membangun pertemanan yang positif,” pesannya.
MTs PP Tarjun Najah Solok sendiri merupakan salah satu madrasah yang berada di bawah naungan Yayasan Fastabiqul Khairat Solok. Lembaga ini berdiri di Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.
Pimpinan Pondok Pesantren Tarjun Najah, Buya Drs. H. Syahrul Wirda, MM, bersama Kepala Madrasah Ustadz Ahmad Iskandar, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan nasihat dari Buya Zulkifli kepada para santri.
Usai kegiatan apel pagi, Buya Zulkifli juga memberikan pembinaan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di lingkungan madrasah. Dalam pembinaannya, beliau menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan profesional seorang PTK dalam memajukan madrasah serta membentuk karakter peserta didik.
“PTK memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak. Oleh karena itu, keikhlasan dan tanggung jawab harus menjadi pondasi utama dalam menjalankan amanah ini,” tutup Buya Zulkifli. (helda/mt)






