Mentreng.com | Tanah Datar – MTsN 2 Tanah Datar sukses mengadakan lokakarya pendidikan bertema “Kurikulum Cinta dan Deep Learning” pada hari Jum’at 08 Agustus 2025. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 2 Tanah Datar, Aslinda, M.Pd, dan menghadirkan narasumber nasional yang juga sebagai Kepala MAN 1 Kota Bukittinggi dan Tim Kurikulum Kanwil Sumatera Barat, Zulfadhli Alfa, M.Pd.
Lokakarya ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kapasitas guru dalam menjawab tantangan pembelajaran abad 21, sekaligus mendukung implementasi kurikulum yang lebih humanis, spiritual, dan mendalam.
Kurikulum Berbasis Cinta: Mendidik dengan Hati
Dalam sesi pertama, Zulfadhli Alfa memaparkan gagasannya tentang Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kasih sayang, spiritualitas, empati, dan tanggung jawab dalam proses belajar mengajar. Pendekatan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi transformasi karakter yang diwujudkan dalam tema-tema seperti:
Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya
Cinta kepada sesama
Cinta kepada lingkungan
Cinta kepada bangsa
Menurut Zulfadhli, pendidikan seharusnya membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berjiwa penuh kasih, peduli terhadap sesama, serta memiliki kesadaran spiritual yang tinggi.
Deep Learning: Membentuk Pembelajaran Bermakna dan Berkelanjutan
Pada sesi selanjutnya, peserta diajak memahami konsep Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam. Dalam paparannya, Zulfadhli menekankan bahwa pembelajaran harus dirancang dengan prinsip:
1.Berkesadaran (mindful): Siswa sadar akan tujuan dan proses belajarnya
2.Bermakna (meaningful): Pembelajaran relevan dengan kehidupan nyata
3.Menggembirakan (joyful): Lingkungan belajar yang positif dan memotivasi
Ia menegaskan bahwa Deep Learning bukan hanya metode, tetapi paradigma baru pendidikan yang mengintegrasikan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. Guru ditantang untuk merancang pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, reflektif, dan aplikatif — tidak sekadar menghafal materi.
Transformasi Pendidikan Dimulai dari Guru
Dalam sambutannya, Aslinda, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan transformasi pendidikan di MTsN 2 Tanah Datar. “Kami ingin menciptakan iklim sekolah yang penuh cinta, toleran, dan mendorong siswa menjadi pembelajar sejati,” ujarnya.
Beliau juga mengapresiasi antusiasme guru-guru yang aktif berdiskusi dan berkolaborasi selama lokakarya berlangsung. “Kita sedang menuju arah baru pendidikan yang lebih memanusiakan manusia,” tambahnya.
Komitmen Membangun Pendidikan yang Holistik
Lokakarya ini menjadi titik tolak bagi MTsN 2 Tanah Datar untuk mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta dan deep learning dalam proses pembelajaran sehari-hari. Dengan pendekatan holistik yang menyentuh aspek intelektual, emosional, spiritual, dan sosial, diharapkan siswa dapat berkembang menjadi insan berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Keluarga besar MTsN 2 Tanah Datar mengucapkan terimakasih kepada pihak Bank BSI (Bank Syariah Indonesia) atas kerja samanya dengan pihak madrasah. (D Arvoni).






