Mentreng.com | Kota Solok – Dalam rangka mencetak generasi muda yang tangguh, berkepribadian kuat, serta mampu menghadapi tantangan zaman, Kementerian Agama terus mendorong pelaksanaan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program ini merupakan salah satu prioritas nasional yang diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor 1012 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan BRUS.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 13 Agustus 2025, di MAN Kota Solok, dan diikuti oleh para siswa yang antusias menerima materi dan pembinaan seputar pengembangan potensi diri, pembentukan karakter, serta motivasi meraih cita-cita. Selain itu, program ini juga menjadi salah satu solusi konkret dalam mengantisipasi pernikahan dini yang masih marak terjadi di kalangan remaja.
Sebagai fasilitator dalam kegiatan ini, Firdaus Fuad, pembimbing bersertifikat nasional, hadir memberikan materi dan motivasi kepada para siswa. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya peran remaja sebagai calon pemimpin bangsa.
“Remaja hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika tidak dibimbing dengan baik, mereka akan rentan terhadap berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depannya,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, H. Mustafa, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diprakarsai oleh para penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Solok.
“Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) ini merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda kita. Melalui program ini, kami ingin membantu para siswa untuk mengenal potensi dirinya, membangun mental yang kuat, serta menjauhi pengaruh negatif seperti narkoba, seks bebas, bullying, dan pernikahan dini,” ungkapnya.
“Remaja harus kita bekali dengan nilai-nilai agama dan wawasan masa depan, karena mereka adalah calon pemimpin bangsa. Kami sangat mengapresiasi kehadiran para fasilitator profesional yang ikut ambil bagian dalam membimbing anak-anak kita menuju masa depan yang lebih cerah,” tambahnya.
Program BRUS juga menjadi respons atas maraknya problematika remaja saat ini, seperti perilaku seks bebas yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, penyalahgunaan narkoba, praktik bullying, hingga keterlibatan dalam geng remaja yang negatif.
Dengan pendekatan yang intensif, edukatif, dan berbasis nilai keagamaan, kegiatan ini diharapkan mampu membantu para siswa membentengi diri dari pengaruh negatif, memperkuat karakter, serta menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan religius. (helda)






