Bandar Lampung | Mentrengnews.com – 17 Januari 2026, Seorang anak berusia 9 tahun tewas tenggelam di Sungai Way Awi, Jalan Hanoman, Kelurahan Jagabaya I, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung. Kejadian tragis ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan penanganan kasus selesai pada pukul 14.25 WIB.
Korban yang bernama Abdul Rosyid Asady, warga Jalan Romowijoyo Atas RT 13 LK 1 Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur (TKT), bersama tiga temannya – Al, Fahri, dan Faiz – pergi ke sekitar sungai untuk mencari kelereng pada pukul 13.00 WIB. Setelah tiba di lokasi, anak-anak turun ke perairan, hingga Abdul Rosyid tiba-tiba mencoba berenang dan tenggelam karena kedalaman air yang tidak terduga.
Keteriakan bantuan dari teman-temannya segera menarik perhatian warga sekitar. Indra, Kaling I Kelurahan Jagabaya I, menjadi salah satu yang pertama kali memberikan bantuan awal, bersama sejumlah warga mengangkat korban dari air untuk pemberian pertolongan pertama.
Tak lama kemudian, pihak berwenang termasuk Camat Way Halim, Camat TKT, Lurah Jagabaya I, Lurah Sawah Brebes, dan Babinsa Kelurahan Sawah Brebes Koramil 410-04/TKT, Sertu Fadli, tiba di lokasi. Sertu Fadli bersama keluarga korban segera melakukan kompresi dada dan pernapasan buatan secara berkelanjutan.
“Tugas kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berdampingan dengan masyarakat dalam setiap kondisi darurat. Saya lakukan segala upaya dengan ilmu pertolongan pertama yang saya miliki,” ujar Sertu Fadli dengan suara penuh kesedihan.
Sayangnya, kondisi korban tidak membaik. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kampung Sawah untuk penanganan lebih lanjut, namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.25 WIB akibat tenggelam. Abdul Rosyid adalah anak dari Mardi Saputra (45 tahun), anggota Linmas Kelurahan Sawah Brebes.
Dalam penanganan kejadian, juga turut hadir Kaling dan Ketua RT dari kedua kelurahan terkait, yang membantu menjaga ketertiban dan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Kegiatan berjalan aman dan kondusif dengan kerja sama sinergis antar pihak.
Peristiwa ini menunjukkan peran Babinsa dan TNI AD sebagai benteng pertama masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, tindakan cepat yang dilakukan menjadi bukti komitmen tinggi dalam melindungi rakyat.
“Kami berduka mendalam atas kehilangan ini. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran untuk meningkatkan pemantauan dan edukasi keselamatan di sekitar sumber air,” ujar salah satu petugas.
Semoga jiwa almarhum Abdul Rosyid Asady ditempatkan di sisi Yang Maha Esa dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan.
( Soleh Mentrengnews.com)






