Mukomuko | Mentrengnews.com – Proyek rehabilitasi irigasi Bendungan Air Manjuto yang baru saja dikerjakan pada tahun 2025, kini menuai sorotan tajam. Proyek yang didanai APBN melalui BWS Sumatera VII Mukomuko ini dilaporkan telah mengalami kerusakan di beberapa titik, memicu kekecewaan di kalangan petani.
Seorang petani dari Kecamatan XIV Koto mengungkapkan bahwa proyek irigasi yang berlokasi di Desa Lubuk Sanai III, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, sudah menunjukkan keretakan di beberapa bagian. “Irigasi yang baru dibangun tersebut banyak mengalami keretakan dan air merembes di benton,” ujarnya kepada media, Rabu (28/1/26). Kondisi ini tentu mengancam fungsi irigasi dan berpotensi merugikan petani.
Anggota PPWI Bengkulu, Jandri, turut menyuarakan keprihatinannya. Ia menyayangkan kualitas pekerjaan proyek tersebut yang terkesan asal jadi dan hanya berorientasi pada keuntungan semata.
Masyarakat mendesak pihak terkait, khususnya BWS Sumatera VII Mukomuko, untuk segera melakukan investigasi mendalam terhadap proyek ini. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara sangat penting untuk memastikan proyek-proyek pembangunan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Jangan sampai proyek rehabilitasi irigasi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian justru menjadi proyek mangkrak yang merugikan banyak pihak. (PPWI Mukomuko/Red)






