Oleh : DARMIWANDI, S.Ag. M.H
“ YAHYA BIN ZAKARIA ”
Imran dan istrinya, Zakaria dan istrinya, Maryam dan Yahya. Maryam dan Isa. Isa dan Yahya, Yahya dan Imran, Imran dan Zakaria merupakan sebuah keluarga yang sangat erat hubungan kekerabatan dan kekeluargaannya. Mereka semua adalah manusia pilihan Allah, mereka adalah orang-orang yang mulya dan sholih. Di antara mereka ada yang di pilih oleh Allah manjadi Nabi dan Rasul dan ada menjadi Nabi dan Sholih.
Pada tulisan ini, penulis akan coba menyambung sedikit tulisan sebelumnya (ALI IMRAN), yakni YAHYA bin ZAKARIA.
Zakaria diberi amanah untuk mengasuh, mendidik dan membesarkan Maryam. Bila saatnya datang, Zakaria selalu mengantarkan makanan untuk Maryam. Suatu hal yang selalu membuat Zakarian heran dan tercengang, yakni melihat makanan selalu ada di samping Maryam yang berada di Mihrabnya.
Karena sering melihat kenyataan itu, Zakaria bertanya, darimana datangnya makanan yang telah tersedia tersebut. Dengan penuh keimanan, Maryam menjawab bahwa; Makanan ini adalah dari Allah. Sedangkan Maryam saat itu masih kecil beranjak remaja. Kekuatan Iman yang tertancap di hati Maryam, membangkitkan dan membuka pikiran Zakaria untuk berdoa kepada Allah. Doa yang diiringi dengan keimanan dan ketaatan yang kuat akan dikabulkan Allah, sebagimana yang disaksikan langsung oleh Zakaria tentang Maryam.
Zakaria berdiri berdoa dan bermunajat kepada Allah untuk dikaruniakan keturunan. Doa Zakaria: ”Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.
Dengan penuh keyakinan, Zakaria meminta kepada Allah Yang Maha Mendengar agar dikaruniakan keturunan yang baik. Permintaan Zakaria langsung dijawab oleh Allah melalui malaikat utusannya. “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi Termasuk keturunan orang-orang saleh”.Saat itu Zakaria sedang melaksanakan sholat di mihrabnya.
Kabar gembira yang diberikan kepada Zakaria adalah kelehiran seorang anak laki-laki yang bernama Yahya. Karakter Yahya pun dijelaskan sekalian oleh Allah yaitu; Membenarkan kalimat yang datang dari Allah, Yahya menjadi ikutan orang, Yahya seorang laki-laki yang mapu menahan hawa nafsunya, Yahya juga seorang nabi.
Kalimat dari Allah itu ialah Nabi Isa Almasih. Yahya itu kelak akan memberikan pengakuan dan kesaksian bahwa memang Isa Almasih itu lahir semata-mata karena Kalimat Allah “KUN”, artinya, ‘JADILAH”, maka diapun jadilah. kelahiran Nabi Isa tidak dengan perantaraan bapak, melainkan semata-mata dari kehendak Allah. Akan diakui kebenarannya oleh Yahya. Yahya akan menjadi pemimpin,” yaitu menjadi pemimpin yang disegani dalam kaumnya Bani Israil. Yahya akan terplihara daripada pengaruh rayuan perempuan. Sebab masih muda Yahya itu telah menjadi Rasul, sedang rupanya amat elok, tetapi tidaklah dapat diperdayakan oleh rayuan perempuan. Yahya maksum dari melakukan perbuatan maksiat dan hal-hal yang kotor. Kemaksuman itu tidak menolak kemungkinan dia menikah dengan wanita secara halal bahkan dapat melahirkan keturunan. Sebagaimana, hal ini dapat dipahami dari doa Zakaria; “Berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik”. Seolah-olah Zakaria berkata: Seorang anak yang memiliki keturunan, pengganti dan penerusku.
Firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril membuat Zakaria tertegun dan heran. Bagaimana tidak heran, Zakaria pada saat itu telah cukup tua. Menurut pendapat dari ahli tafsir, umur Zakaria telah mencapai 120 tahun. Biasanya seorang laki-laki yang telah mencapai umur lebih dari 100 tahun, tidak akan mungkin lagi bisa membuahi istrinya. Selain itu, istri Zakaria juga mandul dan telah berusia 98 tahun. Seorang suami yang telah tua dan istri pun mundul, apakah mungkin mendapatkan keturunan? Menurut logikanya, tidaklah mungkin. Miskipun kondisi Zakaria dan istrinya seperti demikian, Zakaria tetap mempunyai keyakinan kepada Allah bahwa doanya pasti dikabulkan Allah. Karena Allah maha kuasa atas segala sesuatu, dan yang membuat istrinya mandul juga kehendak Allah. Malaikat menyampaikan; “ Kenapa engkau harus heran? Kalau Allah sesekali berbuat lain, apa yang mesti engkau herankan?. Mendegar kalimat ini, Zakaria langsung tertunduk.
Kemudian Zakaria meminta lagi kepada Allah agar diberi tanda bahwa istrinya telah hamil dan akan dianungerahi seorang anak yang bernama Yahya. Allah menyampaikan melalui malaikat-Nya bahwa “engkau tidak akan bercakap-cakap dengan manusia selama tiga hari kecuali dengan bahasa isyarat atau kode, selain itu ingatlah Allah banyak-banyak serta bertasbihlah petang dan pagi hari”. Bercakap dengan manusia hentikan dan ganti dengan menyebut nama Allah.
( Dalil kisah di atas adalah Q.S. Ali Imran, ayat : 38 – 41 )
Maryam dalam kasuhan dan didikan Zakaria. Istri Zakaria yang telah tua akan melahirkan anak yang bernama Yahya. Maryam akan dikaruniakan oleh Allah seorang putra yang bernama Isa. Isa lahir tanpa seorang ayah tetapi ia adalah roh ciptaan Allah. Orang yang membenarkan ini nantinya adalah yahya. Bagaimanakah kisah Maryam, Isa dan yahya…???
Bersambung……..Insya Allah.






