Kota Solok | Mentrengnewa.com – KUA Lubuk Sikarah menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Catin Terpadu bagi delapan pasang calon pengantin di Aula KUA setempat pada Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pondasi kokoh bagi para calon pasangan dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang harmonis.
Hadir sebagai fasilitator utama, Kusrizal SThI MH, :Tujuan utama berkeluarga adalah meraih kebahagiaan,”pesannya.
Dalam paparannya, ia menguraikan lima pilar keluarga sakinah, di antaranya menjaga mitsaqan ghalizhah (janji setia), prinsip berpasangan, serta pentingnya rasa saling cinta, hormat, dan musyawarah. Suasana menjadi meriah saat para peserta diajak mempraktikkan “Tepuk Sakinah” sebagai simbol kekompakan.
“Calon pengantin harus memahami bahwa janji setelah akad bukan sekadar ucapan, melainkan komitmen besar yang harus dipertahankan dengan rasa saling menghargai satu sama lain,” ujar Kusrizal di sela-sela materi.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Novri Hutri yang mengupas tuntas strategi mengatasi konflik rumah tangga. ”Konflik adalah hal yang tidak bisa dihindari, namun bisa dikelola dengan komunikasi yang baik. Untuk mempermudah pemahaman,”umhkap Novri Hutri. Novri mengajak peserta melakukan permainan “Melangkah Catin” yang menggambarkan pentingnya musyawarah dalam menghadapi persoalan.
Melengkapi aspek religius, penyuluh agama Defli Marni memberikan pemahaman mendalam mengenai fikih keluarga. Penjelasan ini dinilai krusial agar pasangan suami istri nantinya tidak salah melangkah dan tetap berada dalam jalur syariat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Acara yang turut dihadiri oleh jajaran ASN dan staf KUA Lubuk Sikarah ini mendapat respon positif dari para peserta. Salah satu calon pengantin mengaku merasa lebih siap dan bahagia setelah mendapatkan bimbingan.
“Kami merasa sangat senang. Materi yang diberikan sangat bermanfaat sebagai bekal menghadapi kehidupan rumah tangga di masa depan agar tetap utuh dan penuh berkah,” ungkap salah satu peserta.
Kegiatan Bimwin ini diharapkan dapat menekan angka perselisihan rumah tangga dan membantu para pasangan baru menciptakan keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah. (helda/Krz)






