Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 28 Januari 2026, Dalam rangka memperkuat ketangguhan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana tsunami, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan secara resmi membuka dan menghadiri Workshop Sistem Komunikasi Peringatan Dini Bencana Tsunami.
Kegiatan strategis yang digelar di Desa Hargo Pancuran pada Selasa (27/1) ini merupakan inisiatif kolaboratif yang diselenggarakan oleh Paluma Nusantara, mengusung tema sentral “Memperkuat Kemitraan Untuk Ketangguhan Masyarakat (Mitra Tangguh)”.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lampung Selatan, Maturidi, S.H., dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa efektivitas sistem peringatan dini sangat bergantung pada kecepatan dan kejelasan alur komunikasi,” Tuturnya
“Dalam situasi kritis seperti ancaman tsunami, hitungan menit dan detik sangat menentukan. Oleh karena itu, membangun jaringan komunikasi yang tangguh, responsif, dan mudah dipahami semua lapisan masyarakat adalah sebuah keharusan.
Workshop hari ini adalah fondasi untuk menyelaraskan langkah kita, memastikan setiap pihak, dari tingkat institusi hingga masyarakat di garis terdepan, memahami peran dan tanggung jawabnya dalam rantai penyelamatan,” papar Maturidi dengan penuh semangat.
Tema “Mitra Tangguh” yang diangkat, menurutnya, bukan sekadar slogan, melainkan sebuah filosofi operasional. Kemitraan yang solid dan saling percaya antara pemerintah melalui BPBD, organisasi masyarakat seperti Paluma Nusantara, tokoh adat, pemuda, kelompok rentan, dan sektor usaha lokal, dinilai sebagai kekuatan utama dalam membangun ketahanan bencana yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.
Komitmen tinggi BPBD Lampung Selatan dalam mendukung upaya peningkatan kapasitas ini juga terlihat dari kehadiran seluruh jajaran pimpinan inti. Turut hadir mendampingi Kalaksa dalam acara tersebut:
Nanang Hadiyana, S.Kom., M.M. selaku Sekretaris BPBD Lampung Selatan.
Septa Perdinan, S.H., M.M. selaku Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Lampung Selatan.
Kehadiran para pejabat struktural ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan formal, tetapi juga sebagai wujud kesiapan untuk mendengarkan langsung masukan dari masyarakat dan menggali kebutuhan riil di lapangan guna penyempurnaan kebijakan dan prosedur operasi standar (SOP) penanggulangan bencana.
Workshop ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan penyampaian materi satu arah, melainkan sebagai ruang diskusi interaktif dan simulasi partisipatif.
Peserta yang terdiri dari perwakilan masyarakat pesisir, relawan, dan aparatur desa diajak untuk mengkaji ulang peta rawan bencana, mengenali dan menguji perangkat komunikasi yang ada, serta merancang skenario evakuasi mandiri berbasis kearifan lokal dan sumber daya setempat.
Di akhir sesi, diharapkan akan terumuskan sebuah draf protokol komunikasi komunitas yang dapat diimplementasikan dan dipantau bersama.
Kegiatan ini merupakan langkah progresif dan bagian dari roadmap panjang BPBD Lampung Selatan dalam membangun masyarakat yang sadar, siap, dan tangguh menghadapi bencana.
Dengan sinergi yang terus diperkuat melalui kemitraan strategis seperti ini, diharapkan indeks ketangguhan masyarakat Lampung Selatan, khususnya di wilayah rawan tsunami, dapat meningkat secara signifikan, sehingga mampu meminimalisir jatuhnya korban jiwa dan kerugian material apabila bencana sewaktu-waktu terjadi,” Tandasnya
( Sumber: Humas BPBD Lampung Selatan )
( Soleh : Mentrengnews.com Lampung )






