Padang Panjang | Mentrengnews.com – Jumat (28/11/2025), Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P., M.Han mendampingi Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, bersama unsur Forkopimda Kota Padang Panjang meninjau lokasi longsor di kawasan Jembatan Kembar pasca bencana galodo yang terjadi pada Kamis, 27 November 2025.
Di lokasi kejadian, alat berat terus dikerahkan untuk membersihkan material longsor berupa batu-batu besar dan tumpukan lumpur yang menutup akses jalan. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta unsur relawan lainnya juga bekerja keras mengevakuasi warga yang bermukim di area rawan. Beberapa rumah dinilai tidak lagi aman sehingga warga harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Diketahui, Provinsi Sumatera Barat termasuk Kota Padang Panjang telah menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul cuaca ekstrem dan meningkatnya potensi longsor di berbagai titik.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menjelaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi fokus utama pemerintah daerah. “Langkah awal yang kita lakukan adalah mengevakuasi masyarakat yang berpotensi terdampak ke tempat aman. Selanjutnya kita menginventarisasi titik-titik yang perlu perbaikan mulai dari sekarang,” ujarnya.
Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, TNI/Polri, Basarnas, Brimob, Satpol PP dan Damkar, Dishub, PMI, Tagana, BPBD, tim medis, serta para relawan yang telah bekerja keras mengevakuasi warga dan membersihkan puing-puing longsor ini. Semoga daerah kita segera pulih kembali, ujar Wako.
Sementara itu, Dandim 0307/Tanah Datar menegaskan komitmen TNI dalam mendukung penanganan bencana secara maksimal. “Kami bersama seluruh jajaran siap membantu pemerintah daerah dalam penanganan bencana ini. Fokus kami adalah memastikan evakuasi berjalan aman, membantu pembersihan material longsor, serta mendukung pemulihan akses yang terdampak. Sinergi semua pihak sangat penting agar penanganan dapat dilakukan cepat dan tepat,” ungkap Dandim.(Pendim 0307)






