Dairi | Mentrengnews.com – Manajemen SPPG Palapa 3 Sidikalang di bawah naungan Yayasan Vidya Wira Satya menggelar temu ramah dan klarifikasi bersama insan pers di lokasi dapur, Jumat (27/2).
Pertemuan ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh sekaligus penegasan komitmen profesionalisme pasca musibah yang sempat terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh mitra operasional Delphi Masdiana Ujung, perwakilan yayasan Pana Akbar Simatupang, serta beberapa jajaran pendamping program dari MBG.
Operasional Dapur MBG Palapa 3 sempat dihentikan sementara selama 14 hari sesuai ketentuan Standar Penyelenggara Program Gizi (SPPG) yang berlaku. Masa tenggang tersebut kini telah berakhir, dan keputusan untuk kembali beroperasi akan ditentukan oleh Koordinator Wilayah MBG, Pahlawan Nasution, setelah melalui proses evaluasi lanjutan.
Manajemen menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi merupakan musibah yang tidak pernah diharapkan dan menjadi pembelajaran penting untuk penguatan sistem ke depan.
SPPG Palapa 3 dikelola oleh Yayasan Vidya Wira Satya dengan Pana Akbar Simatupang sebagai perwakilan yayasan, serta Delphi Masdiana Ujung sebagai mitra operasional yang bertanggung jawab langsung terhadap pengelolaan dapur.
Delphi menyampaikan bahwa dapur telah dirancang sesuai standar konsultan MBG, mulai dari tata letak ruang, alur distribusi kerja, hingga kelengkapan peralatan yang menjadi syarat operasional. Sebanyak 99 persen peralatan didatangkan dari vendor di Jakarta.
“Seluruh pembiayaan awal operasional didahulukan oleh mitra. Kami berkomitmen menjalankan dapur ini sesuai standar yang ditetapkan,” jelasnya.
Delphi memaparkan secara rinci alur kerja dapur yang mengacu pada SOP, dimulai dari:
Penerimaan dan pengecekan kualitas bahan baku
Penyimpanan sesuai standar keamanan pangan
Tahap persiapan dan pengolahan makanan
Pemorsian sesuai standar gizi
Distribusi ke sekolah penerima manfaatSetiap tahapan didampingi oleh tenaga ahli gizi untuk memastikan komposisi nutrisi terpenuhi.
Tenaga kerja yang terserap mencapai 47 orang relawan, ditambah tiga pendamping resmi dari MBG, yakni Kepala SPPG, Akuntan, dan Ahli Gizi.
Seluruh relawan telah menjalani uji kesehatan serta mengantongi sertifikat penjamah makanan.
“Kami akan bekerja sebaik mungkin sesuai tugas masing-masing, dikoordinasikan oleh kepala bagian. Ini bukan akhir, tetapi proses pembelajaran agar kami menjadi lebih baik,” tutup Delphi.
Dengan semangat perbaikan dan keterbukaan, Dapur SPPG Palapa 3 berharap dapat kembali melayani ribuan siswa di Sidikalang dengan standar keamanan dan kualitas yang semakin terjamin. (Mus/Jadima K)






