Dinas Pendidikan Lampung Selatan Bungkam.Kearipan Lokal Di Lupakan

Mentreng.com  |  Lampung Selatan – Menindaklanjuti berita sebelumnya,Pembangunan Gedung sekolah SD dan SMP di beberapa kecamatan kabupaten Lampung Selatan yang melalui Dana Alokasi khusus(DAK) tahun 2025 yang nilainya milyaran di duga kuat asal asalan.20/09/2025.

Pasalnya, Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lokasi pembangunan bahwa dirinya(x) sebagai tukang pembangunan gedung tidak memegang gambar.,

“Iya pak saya tidak memegang.gambar,gambar di pegang oleh Mandor”.ucap x.

Yang lebih ironis lagi, Menurut pengakuan kepala tukang di salah satu pembangunan bahwa, dirinya beserta para pekerja berasal dari luar wilayah kabupaten Lampung Selatan, yang di minta untuk melaksanakan pembangunan gedung sekolah di Lampung Selatan.

Setelah itu tim dari media ini melihat gedung sekolah yang sedang di bangun yang tampak di beberapa titik terkesan asal jadi,

Kemudian di waktu yang berbeda, Beberapa masyarakat yang enggan di sebutkan namanya mengatakan.,

“Bangunannya kok begitu ya pak,Kok yang kerja bukan orang lampung Selatan,kami juga kan butuh pekerjaan,kualitasnya kira kira terjamin gak”ucapnya.

Melihat dari kronologis pembangunan gedung sekolah tersebut,selain lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Pendidikan juga tidak memperdulikan kearifan lokal di masyarakat Lampung Selatan yang masing-masing punya hak untuk memajukan wilayahnya.

Padahal sama-sama kita ketahui maksud dan tujuan Pemerintah membangun sekolah untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas,memutus rantai kemiskinan, mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah,serta menanamkan karakter dan nilai-nilai positif melalui pendidikan formal yang terstruktur dan berkelanjutan,yang tujuan utamanya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan generasi penerus yang berdaya saing serta bertanggung jawab demi kemajuan dan kesejahteraan negara.

Sementara itu sampai saat ini pihak Dinas Pendidikan Lampung Selatan walaupun sudah di hubungi melalui via WhatsApp terkait persoalan ini tetap Bungkam.
(Didi)

Pos terkait