Dinas Sosial Lampung Selatan, Monitoring Banjir Di Kecamatan Natar: Air Mencapai ±40 cm, Warga Telah Mengungsi

penyebab dugaan penyempitan dan penyumbatan gorong-gorong akibat sedimentasi serta perbedaan ukuran sambungan

Lampung Selatan  |  Mentrengnews.com – Sabtu (10/01/2026), Banjir melanda wilayah Kecamatan Natar, tepatnya di sekitar Flyover Desa Natar. Bupati Lampung Selatan melalui Dinas Sosial telah melakukan evaluasi terhadap korban terdampak dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan.

Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Puji Sukanto S.E., M.M., dalam konfirmasi kepada Mentrengnews.com pada Sabtu malam pukul 21.13 WIB mengatakan, “Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kondisi lapangan secara menyeluruh dan menetapkan langkah penanganan yang tepat serta berkelanjutan.”

Dalam pemantauan yang dilakukan pada hari yang sama, hadir berbagai pihak terkait, antara lain Anggota DPRD Lampung Selatan, Camat Natar, Kapolsek Natar, serta Danramil wilayah Kecamatan Natar.

Berdasarkan data lapangan yang telah diverifikasi, ketinggian air banjir pada lokasi tersebut mencapai sekitar 40 sentimeter. Sebagai langkah preventif agar tidak terpapar risiko lebih besar, warga terdampak telah secara mandiri mengungsi ke rumah kerabat masing-masing. Cuaca pada saat pemantauan berlangsung dalam kondisi mendung.

Menurut Puji Sukanto, dugaan utama penyebab terjadinya banjir adalah penyempitan dan penyumbatan saluran gorong-gorong. “Hal ini disebabkan akumulasi sedimen yang tidak terkelola secara teratur, serta perbedaan ukuran pada sambungan gorong-gorong di bawah jalan antara sisi kiri dan kanan yang menyebabkan hambatan aliran air,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Kegiatan yang kami lakukan hari ini merupakan tindakan respon cepat darurat sebagai tanggapan langsung atas laporan dari masyarakat setempat.”

Tahap awal pelaksanaan difokuskan pada pembukaan terbatas untuk memastikan kondisi aktual gorong-gorong yang tersumbat. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh tim teknis, ditemukan bahwa kedalaman dan struktur gorong-gorong memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dari perkiraan awal. Hal ini membuat perlu dilakukan penyesuaian kapasitas alat berat dan metode kerja yang akan diterapkan.

Oleh karena itu, pekerjaan penanganan secara permanen tidak dapat dilanjutkan pada kesempatan ini. Tim terkait telah merencanakan langkah lanjutan yang meliputi penyesuaian spesifikasi alat kerja, penetapan metode pelaksanaan yang sesuai dengan kondisi lapangan, serta kajian teknis singkat.

“Semua langkah ini bertujuan untuk memastikan penanganan tepat sasaran dan tidak memberikan dampak negatif pada integritas struktur jalan yang ada.

Dokumentasi resmi dari kegiatan monitoring telah disiapkan dan terlampir sebagai bentuk bukti pelaksanaan serta bahan evaluasi untuk langkah-langkah selanjutnya. ( Soleh )

Pos terkait