Padang | Mentrengnews.com – Dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. Desi Yusdian, Lc., M.A., menjadi narasumber dalam kegiatan Tarhib Ramadhan yang digelar Wihdah Azhariyah Indonesia (WAZIN) Wilayah Sumatera Barat, Senin–Selasa (16–17/2/2026). Kegiatan bertema “Menyambut Bulan Penuh Berkah; Menata Ibadah dalam Setiap Peran Muslimah” ini diikuti 50 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat dan dibuka secara daring oleh Ketua Umum WAZIN, Dr. Elly Warti Maliki, dari Kairo, Mesir
Dalam sambutannya, Dr. Elly menegaskan bahwa muslimah bukanlah golongan yang termarginalkan dalam sejarah Islam. Sejak awal peradaban Islam, perempuan telah mengambil peran strategis dan sentral.
“Dalam sejarah Islam, kita mengenal Ibunda Siti Aisyah yang menjadi guru para sahabat senior. Di Minangkabau, kita memiliki teladan Bundo Kanduang dan Rahmah El Yunusiyah yang mendapat penghargaan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2025. Momentum Ramadhan harus menjadi ruang penguatan kualitas spiritual sekaligus peran sosial muslimah,” ujarnya.
Pada hari pertama kegiatan, kajian disampaikan oleh Ustazah Miftahul Khairi, Lc., M.Ag., yang mengangkat tema “Seni Menjaga Kualitas Ibadah Personal di Tengah Kesibukan Profesional.” Ia menyoroti pentingnya manajemen waktu dan konsistensi ibadah bagi muslimah yang aktif di ruang publik.
Sementara itu, pada hari kedua, Dr. Desi Yusdian, Lc., M.A., tampil sebagai narasumber dengan tema “Pemahaman Fikih Puasa untuk Spiritual yang Otentik.” Dalam paparannya, Dr. Desi menekankan bahwa pemahaman fikih puasa yang benar dan mendalam menjadi kunci agar ibadah Ramadhan tidak berhenti pada ritual tahunan, tetapi benar-benar menghadirkan transformasi spiritual.
Menurutnya, ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses penyucian jiwa yang harus dibangun di atas fondasi ilmu yang sahih.
“Ramadhan adalah momentum pembentukan karakter. Tanpa pemahaman fikih yang benar, ibadah bisa kehilangan ruhnya. Ilmu menghadirkan kesadaran, dan kesadaran melahirkan kualitas spiritual,” jelas Dr. Desi di hadapan peserta.
Selain menjadi narasumber, Dr. Desi Yusdian yang juga diamanahkan menjabat sebagai Ketua WAZIN Sumatera Barat. WAZIN merupakan organisasi perempuan alumni Al-Azhar Mesir yang berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata melalui dakwah, pendidikan, penelitian, pemberdayaan perempuan, serta penguatan peran sosial kemasyarakatan. Ia menjelaskan bahwa WAZIN Sumbar berupaya menguatkan silaturrahmi alumni Al-Azhar, membangun pusat kajian keilmuan, menghadirkan program edukasi perempuan, serta memperluas dakwah yang mencerahkan di tengah masyarakat.
Sebagai wujud kepedulian sosial, WAZIN Sumbar juga telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir dan galodo di Salareh Aia, Palembayan (Kabupaten Agam) serta di Koto Sani (Kabupaten Solok).
“Tarhib Ramadhan ini adalah langkah awal kami untuk menghadirkan ruang belajar yang ilmiah, otentik, dan aplikatif. Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum transformasi spiritual bagi setiap muslimah dalam berbagai peran kehidupannya,” ungkap Dr. Desi.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Bidang Pendidikan dan Penelitian WAZIN Sumbar di bawah koordinasi Afdilla Nisa, Lc., M.A., serta Bidang Dakwah dan Pengabdian Masyarakat yang dikoordinatori oleh Hj. Arina, Lc., M.A., ini menjadi langkah awal kolaborasi program edukatif berkelanjutan bagi muslimah Sumatera Barat.. **






