Mentreng.com | Bukittinggi – Kisah menarik dari H.Amde Apri Nst, tentang edukasi hobby berujung menjadi sebuah peluang usaha yang dikemas dalam bentuk artikel, bermula dari sekedar hobby, kemudian terjebak dalam permainan judi Sabung Ayam, akhirnya menjadi bisnis Ayam hias dan Ayam kukuak balenggek.
Hal ini diungkapkan H.Amde Apri Nst (43) pedagang kelontong di Sawah dangka, kecamatan Tilatang Kamang kabupaten Agam provinsi Sumatera Barat, kepada media dalam sesi obrolan pada Jumat 12 September 2025.
Ketertarikan H.Amde dengan Ayam, dimulai dari umur 8 tahun an,semasa tinggal di Jln Kiwi 3 Perumnas Mandala Kec Medan Denai,Medan Sumatera Utara, ujarnya mengawali kisahnya.
Dari Ayah yang sering membawa keliling pinggiran Kota Medan, untuk melihat lihat Ayam, dengan mengendarai sepeda unta (ontel) perjuangan Ayah dulu, imbuhnya bercerita.
Alm Ayah bernama Ahmad Mustami Nst, beliau adalah Seorang Pejuang RI,dan beliau sempat jadi Wakil ketua LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia)kota Medan,kala itu, tuturnya.
Beliau ikut perjuangan, dan ada piagam Gom 1 dan Gom 2 dari Presiden pertama RI Ir.Sukarno,Suharto,Sudarmono dan lain lainnya, jelasnya.
Sepeda Unta tersebut keluaran 1901,sudah berumur lebih dari satu abad,dan masih ada sampai sampai saat ini, berada di rumah sekarang di perumahan Bukittinggi Residence kelurahan Pulai Anak Air, kecamatan MKS kota Bukittinggi.
Alm Ayah sering membelikan Ayam Siam kalau di Medan,setelah merantau ke Sumbar usai tamat SMA di Medan,saya masih sering bawa bawa Ayam Siam untuk di adu (dulu hobby laga Ayam), timpalnya.
Seiring berjalannya waktu, kemudian kenal dengan Ayam American Silky,Pelung,dan Ayam kukuk balenggek,nah disinilah perubahan besar terjadi, hobby adu Ayam yang selama ini digeluti,menjadi hilang total, terangnya.
Selanjutnya,tertarik di Ayam Hias ini,karena Ayam ini unik dan menarik,saya berpikir bila dikembangkan dan dibudidayakan sangat banyak keuntungan didapat, karena orang banyak yang suka, jelasnya.
Dan di Ayam kukuk balenggek saya semakin suka, karena silaturahmi diantara pehobi sangat bagus,dan Alhamdulillah bisa mendapatkan Piagam dari rekor dunia Ayam penyanyi (kukuak balenggek) terbanyak pada 11 Juni 2023 yang lalu, ucapnya
Nilai historis budaya ras Ayam tersebut aslinya dari Sumbar,lebih tepatnya dari Tigo Lurah Payung Sekaki Kabupaten Solok,dan saya berniat ingin melestarikan, serta mem “Booming”kan Ayam kukuk balenggek sampai ke mancanegara, agar Ayam endemik Sumbar ini bisa mendunia,tekadnya mengakhiri.
Komunitas Ayam hias dan Ayam kukuak balenggek ini sudah sering melakukan event perlombaan di beberapa kota dan daerah,di antaranya kota Bukittinggi,kota Padang,Alahan panjang dan lain lainnya. (Uncu ed/Fendy Jambak)






