Indonesia Lestarikan Gerakan Rakyat Menuju Kemajuan

Oleh : Rizki Maulizar Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lhokseumawe 2019 – 2021

BANDA ACEH – Sebelum negeri kita disebut sebagai Negara Indonesia, baik kaum muda maupun tua sudah menerapkan gerakan perlawanan. Sebelum pemimpin-pemimpin negeri ini melakukan gerakan perlawanan, pemimpin-pemimpin di daerah masing-masing atau di lingkungan masing-masing sudah melakukan gerakan sebelum adanya gerakan dalam skala yang lebih besar.

Misalnya, melakukan edukasi terhadap anak, sekalipun lingkupnya hanya untuk anak sendiri, hal itu termasuk bagian dari gerakan.

Seiring berputar-nya roda jaman, peningkatan pengetahuan pada manusia pun terjadi dengan pesat. Sehingga, muncullah sekolah-sekolah rakyat atau tempat khusus untuk menimba ilmu pengetahuan.

Kemudian, dari orang-orang yang menimba ilmu tersebut lahirlah seorang profesor, doktor, dan ragam ilmuwan lainnya.

Sebagai contoh, siapa yang tahu bahwa penemu listrik pertama kali di dunia adalah Michael Faraday. Pertanyaannya, tau dari mana? Oke, tulisan-tulisan dari media cetak (koran) yang kala itu masih langka karena situasi daerah ataupun perekonomian yang kalau orang Medan sebut itu adalah payah cakap (sulit untuk dikatakan).

Ya, payah cakap karena masa itu bangsa di negeri kita ini masih dijajah dan dikuasai entitas yang asalnya bukan dari negeri kita. Kondisi itu tentunya menyebabkan akses terhadap informasi payah juga kala itu.

Kini masalah itu nampaknya tidak ada, kita sudah di masa demokrasi yang menjunjung tinggi transpirasi terhadap informasi dan era kecepatan tersebarnya informasi makin jaya dengan digitalisasi informasi.

Digitalisasi itu terjadi ketika semua proses yang ada (bukan hanya tampilan) dapat terhubung secara digital. Mesin satu dan yang lainnya, proses satu dan lainnya menjadi saling terhubung.

Dengan saling terhubung gerakan-gerakan rakyat pun makin intens terhubung sehingga lebih dimungkinkan tujuan dari gerakan rakyat tersebut tercapai dan gerakan-gerakan tersebut makin lestari.

Tidak mesti yang dilestarikan itu hanya gerakan-gerakan besar yang sampai ke tingkat nasional ataupun mencakup luas. Seperti ungkapan Napoleon Hill, penulis Amerika Serikat beraliran pemikiran baru yang menjadi salah satu produser genre sastra kesuksesan pribadi modern pertama, Ia mengatakan “if you can’t do great things, do small things in a great way,”.

Saya sebut lagi bahwa Digitalisasi gerakan itu penting sejak hari ini. Menilik gerak jaman yang tengah terjadi dan yang akan terjadi, memastikan kemudahan dan keamanan akses data dibanding kertas yang mudah rusak dan hilang adalah digitalisasi. Sangat memungkinkan bahwa di hari depan digitalisasi adalah kunci agar seseorang itu memiliki nilai lebih.(**)

Pos terkait