Mentreng.com | Sumatera Barat – Indra Gunalan menjadi orang terakhir yang menyampaikan visi misi-nya di DPC Demokrat Tanah Datar, senin (20/1). Indra Gunalan Maju sebagai Calon Bupati Tanah Datar pada Pilkada 2020 yang akan datang.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Romi Martianus mengatakan, jika terlambatnya penyampaian visi misi Indra Gunalan karena seusatu hal. Meski demikian, penyampaian dan bedah visi misi ini tidak akan mengurangi nilai dan akan tetap dibedah oleh panelis yang terdiri dari kader Demokrat.
IG yang menjabat sebagai Wali Nagari Tigo Jangko ini mengatakan, jika tekadnya maju sebagai calon Wakil Bupati dengan mengedepankan terwujudnya Tanah Datar maju, inovatif berbudaya dalam bingkai ABS -SBK.
Selain itu, dalam misinya, ia juga berkeinginan meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis pertanian dan peternakan, menciptakan good goverment juga akan menjadi program ia nantinya jika memang diamanahkan oleh masyarakat Tanah Datar.
“Selain itu, saya ingin membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan melahirkan siswa yang berprestasi, baik kabupaten, provinsi maupun nasional melalui sekolah sekolah unggul,” kata Indra Gunalan.
Dalam bedah visi misi itu, ia juga memiliki program prioritas terutama menuntaskan persoalan-persoalan yang dihadapi daerah dan masyarakat saat ini, seperti pada bidang pendidikan, dimana kualitas dan mutu pendidikan yang masih rendah, serta tidak meratanya sarana dan prasarana pendidikan.
Indra Gunalan juga menilai saat ini di Tanah Datar juga terjadi kekurangan tenaga pengajar terutama di daerah terpencil.
Pada bedah misi itu, IG juga memberikan obat penawar berupa kebijakan dengan perlunya peningkatan anggaran, meningkatkan kompetensi guru serta melakukan pemerataan pembangunan dan sarana serta prasarana pendidikan.
Pada bidang kesehatan, IG bertekat mewujudkan pemerataan baik sarana prasarana maupun tenaga kesehatan itu sendiri.
“Untuk daerah terpencil, kita nantinya akan menignkatkan jumlah tenaga pengajar, dan nagari-nagari merealisasikan keberadaan pustaka nagari,” ujar IG.
Menjawab pertanyaan panelis terhadap visi dan misi yang disampaikan, salah satunya kasus kelangkaan obat yang terjadi karena penunggakan BPJS ditanggapi IG jika hal tersebut butuh pengkajian dimana hulu persoalan berada di tangan pusat.
Akan tetapi, jika APBD Tanah Datar dianggap mencukupi untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat maka tidak menutup kemungkinan Pemkab Tanah Datar nantinya dapat memutus BPJS dan ditanggulangi oleh pemerintah daerah.
IG juga berkomitment akan menindak tegas pihak maupun ASN yang mengambil keuntungan secara ilegal dalam proses pembangunan di Tanah Datar. Hal ini dilakukan agar pembangunan berjalan pada relnya dan sesuai aturan yang berlaku.
“Catat sama teman-teman wartawan, saya akan tindak tegas bagi yang melakukan korupsi,” ujarnya tegas.
Menurut IG, Tanah Datar juga kaya dengan sumber daya alam, seperti batu bara dan emas. Meski demikian, seluruh potensi alam itu belum terkelola secara maksimal karena terkendala RTRW. IG pun menegaskan sanggup nantinya memberikan kontribusi PAD Tanah Datar dalam jumlah triliunan rupiah.
“Kini RTRW belum mendukung untuk penggarapan potensi SDA itu, kita punya sumber daya tambang, ada potensi tambang emas, gas, kita akan kelola itu. tetapi jangan menghadirkan investasi asing, kita sendiri yang mengelola. Jadi PAD 1 triliun itu bisa kita capai, bukan tidak mungkin,” tutup Indra Gunalan. (***)






