Mentreng.com | Sumatera Barat – Penanggulangan Bencana bukan tanggung jawab Pemerintah semata tetapi juga tanggung jawab masyarakat dan dunia usaha. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Datar melaksanakan pelatihan pemberdayaan Potensi masyatakat dalam penanggulangan bencana pada Senin (09/12) di Aula Kantor Bupati Tanah Datar.
Acara dihadiri oleh, Bupati Tanah Datar yang diwakili Asisten I Bagian Pemerintahan Drs. Muklis, Kadis BPBD Tamrin.ST dan Sekretaris, Kadis Baperlitbanh Alfian Jamrah, kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Fauzan.
Fauzau kepala bidang kesiapsiagaan bpbd Tanah Datar menyampaikan laporannya, Tanah Datar berpotensi ancaman bencana yg sewaktu bisa mendatangkan bencana seperti, Tanah Longsor, Banjir, gempa bumi, Kesemua bencana ada, kecuali tsunami. Pemberdayaan potensi masyarakat, kapsitas masy bisa mengurangi resiko bencana. Ucap Fauzan.
Acara pelatihan Penanggulangan Bencana dilaksanakan sehari, dengan peserta sebnyak 50 orang, yang terdiri dari Camat, Wali Nagari dan ketua BPRN.
Penanggulangan bencana bukan tanggungjawab pemerintah semata tetapi juga tanggungjawab masyarakat dan dunia usaha.
“Mari kita jadikan Tanah Datar tangguh bencana” Tanggab, Tangkas, Tangguh
Asisten I Mukhkis dalam sambutannya, Pemerintah puncak komando dan pengkoordinasian nya dengan tiga pilar. Bencana alam dan non bencana alam, kebakaran hutan masuk bencana alam, sedangkan Kebakaran rumah bukan bencana alam karna itu jelas-jelas karna kelalaian. Ucap Muklis.
Semua wajib memahami potensi bencana, gunung merapi erupsi, longsoran, perlu mengenali dan melibatkan stakholder lain. Ini harus dikaji sedemikian rupa, dan penanggulangan kebencanaan diwilayah masing2. Kalau sudah besar, dan menjatuhkan korban, dan ini sudah masuk skala besar. Kerjasama dgn beberpa skpd, komponen nan tiga itu perlu melakukan pemeberdayaan masyarakat, mampu mengantisipasi sendiri, dan menanggulangi sendri dengan skala kecil.
Regulasi mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat, seperti beberapa jarak yang dibolehkan membuat bangunan dari tebing, dan bantaran sungai. Ini berkonsekuensi terhadap bangunan tersebut, dan dijadikan masalah yang setiap waktu itu saja. Punya konsep, dan bisa diantisipasi sendiri banyak hal yang bisa dilakukan, koordinasi dab jika terjadi bencana menjadi komando.
Dana desa itu, seperti apa bisa dialokasikan buat penanggulangan bencana, misalnya buat peralatan dan operasional. Butuh kepastian dan SOP.
Menanggulangi bencana tak cukup dengan surat tugas, tetapi dengan perasaan demi kemanusian. Itulah tugas kemanusian dan bagian dari tugas dan tanggungjawab kita bersama.
“Salam tangguh salam kemanusian”.(*)
EDitor : Meriyanto






