Jarkoni’ di Inspektorat Lamsel? Imbauan Anton Carmana Jadi Bumerang” Bisa ngajar Ora bisa ngelakoni (Jarkoni)

Lampung Selatan  |  Mentrengnews.com –Imbauan Staf Ahli Bupati Lampung Selatan bidang pemerintahan, hukum, dan politik, Anton Carmana, saat memimpin apel mingguan di Lapangan Korpri, Senin (20/10/2025), justru menuai reaksi beragam dari publik.

Dalam penyampaiannya, Anton yang juga menjabat Plt. Inspektur Lampung Selatan menekankan pentingnya disiplin dan profesionalisme ASN sebagai fondasi pemerintahan yang kuat. Pesan itu dimuat di salah satu media lokal dan turut dibagikan ke grup WhatsApp “LAMPUNG Surga Baru Indonesia”.

Namun bukannya menuai apresiasi, unggahan tersebut justru menjadi bahan cemoohan dan kritik tajam.

Salah satunya datang dari pewarta senior yang dikenal dengan sapaan Ali Koboy, yang menilai imbauan Anton tidak sejalan dengan kondisi internal Inspektorat itu sendiri.

“Disiplinkan dulu LHP bekas Kades-kades yang sudah di Inspektorat, Pak. Baru mendisiplinkan yang lain, itu baru betul, jempol. Lagian pondasi Inspektorat sendiri sudah yakin kokoh, tah?” tulis Ali dalam komentarnya yang menyindir keras.

Sindiran itu disambut oleh lawyer muda Lampung Selatan, Dedy Rahmawan, yang mengaku kecewa dengan kinerja Inspektorat di bawah kepemimpinan Anton.

Menurut Dedy, laporan yang telah ia layangkan setahun lalu belum juga ditindaklanjuti. Bahkan, ia menyebut nomor kontak pribadinya diblokir oleh pihak Inspektorat.

“Aduan saya gak kelar-kelar udah setahun, bahkan nomor saya di-block,” ujar Dedy.

“Jabatan inspektur, berhadapan dengan orang main blok-blok, bukannya dihadapin,” sindirnya.

Tak berhenti di situ, Dedy bahkan menyarankan agar Anton Carmana sebaiknya mundur dari jabatan Plt. Inspektur jika memang tidak mampu menjalankan tugasnya secara profesional.

Nada serupa juga datang dari Ketua Umum LSM Pro Rakyat, Aqrobin AM, yang menilai lembaga pengawas internal Pemkab Lamsel itu memang sudah saatnya dibenahi menyeluruh.

“Betul banget, Adinda! Emang mestinya dirombak total — dari kepalanya juga para inspekturnya. Biar ada penyegaran!” tegas Aqrobin.

Reaksi keras ini memperlihatkan bahwa publik mulai meragukan kredibilitas Inspektorat Lampung Selatan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan integritas birokrasi.

Alih-alih menjadi contoh disiplin seperti yang diserukan Anton, lembaga pengawas itu kini justru disorot karena dugaan lemahnya tindak lanjut atas laporan penyalahgunaan dana desa dan keluhan masyarakat yang tak kunjung ditangani.

Isu ini sekaligus menjadi peringatan bahwa narasi moral tak lagi cukup tanpa dibarengi bukti nyata dan keberanian menegakkan aturan di tubuh birokrasi itu sendiri.

Plt Inspektur Inspektorat Anton Carmana Panen Kritikan Pedas, Soleh dari Mentrengnews.com Mengatakan:

“Anton Carmana Itu Jarkoni, (Istilah Jawa) ‘Bisa Ngajar Ora Biso Ngelakoni’,
Bisa Memberikan Arahan Atau Himbauan Tapi Dirinya Sendiri Tidak Menjalankan, Sebaiknya Intropeksi.”
(SLH)

Pos terkait