Jembatan Ambles Di Desa Baktirasa Semakin Parah – Sopir Truk Menimbun Sendiri, Upt Pupr Sragi Pura-Pura Tidak Melihat

Sragi, Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 4 Maret 2026 – Kondisi jembatan Ambles di Desa Baktirasa semakin mengancam keselamatan pengguna jalan, namun tidak mendapatkan perhatian serius dari Unit Pelaksana Teknis (Upt) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Pupr) Kecamatan Sragi, meskipun pihaknya melewati lokasi tersebut setiap hari.

Upt Pupr Kecamatan Sragi memiliki tugas teknis yang jelas terkait pemeliharaan jalan dan jembatan, antara lain melaksanakan pemeliharaan rutin dan berkala, memantau kesesuaian standar teknis, memberikan pelayanan teknis operasional terkait infrastruktur, mengelola peralatan konstruksi, serta melakukan pengendalian kualitas bahan konstruksi.

Kenyataan di Lapangan: Inisiatif Mandiri Sopir Truk Tak Cukup
Sopir truk Reza terpaksa menimbun tanah pada bagian jembatan yang ambles, namun upaya itu tidak memberikan solusi jangka panjang karena tanah langsung tenggelam akibat struktur yang sudah bolong dan berkarat parah.

“Masyarakat sudah berkali-kali mengadu ke Upt Pupr Kecamatan Sragi yang dipimpin Pak Suparman. Jawaban yang selalu keluar cuma satu: ‘sudah kami usulkan’. Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan nyata.

UPT PUPR sering melintasi Jalan ini, Karena Jalan ini merupakan jalan utama– bagaimana bisa tidak melihat kondisi jembatan yang seperti ini?

Apakah keluhan kami hanya dianggap angin lalu?” ujar seorang warga yang enggan mengungkapkan identitasnya.

Sebagai unit yang secara khusus bertanggung jawab atas pemeliharaan dan keamanan prasarana jalan serta jembatan, melihat kondisi jembatan yang ambles dan mengancam keselamatan setiap hari seharusnya menjadi beban pikiran dan dorongan kuat untuk segera mengambil tindakan.

Apalagi jalan tersebut merupakan akses utama yang sering digunakan oleh petugas UPT PUPR sendiri, sehingga kondisi buruk jembatan seharusnya tidak bisa luput dari perhatian.

Tugas dan tanggung jawab profesional mereka seharusnya membuat mereka merasa tidak nyaman karena tidak dapat menjalankan mandat untuk memastikan prasarana publik layak dan aman.

Selain itu, keselamatan masyarakat yang setiap hari melintas melalui jembatan tersebut juga seharusnya menjadi kekhawatiran mendalam, mengingat risiko kecelakaan yang terus mengintai akibat struktur yang sudah tidak stabil.

Selain jembatan, masyarakat juga mengungkapkan kondisi gedung aula kecamatan yang sudah butut dan nyaris ambruk, yang menjadi aset daerah yang perlu mendapatkan perawatan.

Masyarakat Menuntut Tindakan Konkret
Warga menginginkan pihak Upt Pupr Kecamatan Sragi beserta seluruh elemen terkait untuk benar-benar mengenal wilayahnya, lebih dekat dengan masyarakat, dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang masih menumpuk di Kecamatan Sragi.

“Kita tidak minta sesuatu yang luar biasa, hanya prasarana yang layak dan aman untuk digunakan. Itu hak kita sebagai rakyat,” tambah warga tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Upt Pupr Kecamatan Sragi Suparman terkait langkah konkret yang akan diambil untuk menangani permasalahan jembatan tersebut.

Redaktur : Mentrengnews.com
Penulis. : [Soleh ]
Mentrenews.com – Berita Terpercaya Untuk Masyarakat

Pos terkait