Oleh : Atris Heldayanti,S.A.P
Episode Terakhir Bermagna Simple..
Bab : 2
Dalam keseharian Ridha hanya bisa menahan sebuah pengharapan. Namun selalu gagal, dalam hatinya Ridha bertanya tanya, sebenarnya ada apa?, Sebab ridha juga melihat banyak perubahan pada diri damar, damar yang selalu sibuk bermain HP , yang tanpa sadar ridha sering memperhatikan perubahan yang agak aneh pada sikapnya.
Kadang tanpa sengaja ridha sering mendadak masuk ke dalam ruangannya, dia begitu kaget dan agak marah, rupanya dia sedang asik membuat video di bawah meja, sebuah video kepada siapakah akan dikirimnya. Kemudian Saat damar mengetik ridha juga pernah masuk mendadak keruangannya, dengan wajah yang agak marah dan suara yang kesal danar mengusir ridha dari ruangan, rupanya damar sedang chatingan dengan kawan reuniannya. Ridha sangat kecewa.
Kalau memang ingin berpisah, carilah alasan yang tepat, jangan jadikan keputusan ridha sebuah hal yang di pakai untuk membuat ridha merasa sangat bersalah.
Tanda tanya masih tetap ada dalam hati ridha, sebenarnya ada apa. Ridha sering melihat WA nya online, namun setiap di sapa, lama baru di jawab, sampai akhirnya satu hari ridha masuk mendadak keruangannya dan melihat dia sibuk mengetik di laptop, tanpa sadar ridha mengambil HP damar, rupanya damar sedang chatingan di WA laptop dengan perempuan perempuan yang selalu memuji kehebatannya, yang telah membuat benih sayang hinggap di hati mereka dengan candaan dan gurauan yang telah menjurus ke arah yang tidak ingin ridha membacanya lagi.
Badan gemetar, jantung berdetak kencang, inikah alasannya menjauhi ridha?. Rasanya bumi bergoncang, berputar tanpa ridha bisa bicara lagi, letih, sakit menoreh di hati, diam dan bungkam tidak sanggub lagi berkata kata, dengan lunglai mata berkaca kaca, ridha keluar dari ruangannya, pergi terdiam tanpa bisa lagi berbuat apa apa.
Awalnya ridha masih berharap bisa memperbaiki semuanya dengan bicara baik baik, namun tidak diberi kesempatan, damar telah memilih jalannya. Kepasrahan ridha untuk menutup mata hatinya, yang sangat terluka.
Kisah akan terulang lagi, hanya air mata yang mengalir sampai ridha menuju peraduaanya, tertidur dalam kekecewaan yang paling dalam, sakit, perih.
Biarlah kalau memang itu yang diinginkannya dan yang terbaik untuknya.
####
Renungan Ridha mengenai kehidupan yang telah banyak dilaluinya…
Menjadi perempuan itu pantang menyerah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
Dan ketika harus kalah dan mengalah sekalipun, karena menjadi perempuan itu tidak boleh egois.
Cinta sejati akan menemukan jalannya sendiri untuk bersama tanpa harus ada air mata.
Itulah hal yang dirasakan Ridha, untuk mundur dalam masalah ini karena memang kehadiran Ridha tidak di di inginkan nya lagi.
Untuk mempertahankan apa yang dimilikinya selama ini, telah di usaha kan ridha namun menuai hasil yang sangat mengecewakan.
Next…






