Kau dan Aku Satu dalam Cita dan Cinta

Oleh : Atris Heldayanti, S.A.P

 

Bacaan Lainnya

Episode Terakhir Simple Penuh Magna

Bab : 3

Tatapan yang kosong selalu diarahkan ridha ke hamparan sawah yang menghijau.
Helaan nafas keputus asaan seakan menunjukkan hatinya yang sangat kecewa.

Orang yang dulu sangat dikaguminya, sampai hati mengulang kisah lama, yang dulu dikatakannya tidak akan lagi diulang nya, rupanya itu ungkapan sesaat yang disampaikan hanya untuk menyenangkan hati ridha, terbayang saat masih bersama ridha, damar masih sempat berhubungan dan bercanda dengan mesra di WA pribadinya yang sempat di ketahui ridha dengan perempuan lain dan sempat berjalan berdua memadu kasih dengan bahagianya tanpa mempertimbangkan perasaan ridha dan pernah juga teman kampusnya yang diberinya harapan dengan perhatian perhatian yang khusus.
Cerita masa lalu damar yang diketahui ridha dari sahabat – sahabatnya, yang Ridha sendiri tidak sanggub menterjemahkan nya, namun karena rasa sayang semua itu tertutupi oleh hati ridha. Namun hanya karena sebuah keputusan damar tidak bisa memahami dan menerima permintaan ridha untuk berbicara walau hanya sebentar.

Damar sanggub melukai hati ridha dengan berkata akan menjalani keputusan yang telah dibuat ridha?.
Apakah damar tidak menyadari, kenapa keputusan itu terjadi, karena sikap damar yang ridha tidak sanggub lagi menghadapinya.
Namun rupanya tanya telah terjawab, sikap telah membuktikan, telah ada yang lain yang akan menghiasi hari harinya, bercanda di grup WA dan di lanjutkan di WA pribadi dengan bahasa yang mesra, tidak akan ada yang tahu dan mengetahuinya, kecuali ketahuan seperti yang di lihat ridha.
Tahukah damar betapa kecewanya hati ridha?
Tahukah damar betapa tersiksanya perasaan ridha?
Orang yang sampai saat ini, masih tetap di kagumi ridha.
Ridha tidak akan pernah melupakan jasanya, kebaikannya, perhatiannya selama ini.

Yang tidak akan pernah lagi di dapatkan oleh ridha, sebab bagi damar semua telah berakhir, semua akan diberikan nya kepada yang baru yang telah mengisi hari harinya. Semoga kamu bahagia damar
Hanya Tuhan yang tahu, bagaimana suasana hati ridha saat ini.
Tidak akan ada lagi yang akan membela ridha, memperhatikan, menasehati, bercanda dengan mesra, tertawa lepas berdua., ridha benar benar merasa sangat sendirian saat ini.
Tidak ada lagi tempat untuk tukar pendapat, perasaan gamang untuk melangkah terbentang di depan mata Ridha, sendiri menyusuri perjalanan panjang.

Next…

Walau lelah, dan terlambat sampai di rumah, ridha sedikit lega karena bisa menghilangkan sejenak perasaan di hatinya yang sedih
Bagaimanapun ridha belum bisa melupakan semua perasaannya, hatinya dan kasihnya

Ridha yakin, damar bisa kembali berubah seperti dulu, sederhana, apa adanya dan tidak terpengaruh pujian teman reuniannya.
Biarkanlah semua menjadi pengalaman dan kenangan dalam hidup ini.
Maafkan atas semua kesalahan ku.

Disaat bersama ridha, damar masih menyempatkan dirinya memposting semua kegiatan keagamaan, yang ridha sangat rindu untuk melihat dan mendengarnya.

Namun saat ini, damar lebih hobby memposting kegiatan ke duniawian, walau imbalannya nanti di akhirat juga ada.

Sebenarnya Ridha sangat bangga, atas kepercayaan yang banyak di dapat damar saat ini.

Yang dulu damar tidak pernah mau ikut serta dalam setiap kegiatan.
Namun pujian kawan kawannya dalam grup yang terlampau di ladeni, membuat damar sedikit melambung.
Apalagi oleh teman teman grup reunian yang memang menyukainya.
Ridha memang sangat takut, kisah akan terulang lagi.

Next…

Pos terkait