Episod Terakhir Simple Penuh Magna
Bagian : 6
Keresahan mendalam yang dirasakan Ridha, seiring bunyi alunan detak jam dinding. Hari telah menunjukkan Jam 14.55, namun kerinduan itu tidak terelakkan lagi, rindu pingin melihat apapun yang dilakukannya.
Resah, mendesah mengurai rasa dihati, seandainya masih ada rasa dalam hatinya untuk Ridha, Rinda pingin mendengarnya menyapa Ridha, namun apakah mungkin?, Hanya hatinya yang tahu, Ridha hanya mampu berharap.
Begitu mudahnya dia melupakan semua kisah tentang mereka.
######
Terbangun di keheningan malam, suara jangkrik di tengah malam yang sunyi.
Membangkitkan kerinduan Ridha pada seseorang, yang selama ini sangat disayanginya. Tarikan nafas kesedihan mewarnai malam ini. Kapan semua ini akan berakhir?.
Rindu suasana dahulu, saat masih bersama, memadu kasih, bercanda ceria, tertawa bersama, tanpa beban. Walau banyak rintangan yang menghadang.
Dapatkah semua itu bisa kembali lagi?.
Seandainya waktu bisa di putar kembali, Ridha pingin merebahkan kepala ini di dadanya, merasakan kelembutan tangannya. Mendengarkan setiap huruf demi huruf yang keluar dari mulutnya menjadi sebuah kalimat yang menyejukkan dan mendamai kan hati Ridha.
Hanya karena sebuah keputusan yang salah, telah menghancurkan hati Ridha, kemana Ridha harus pergi. Mengobati hatinya yang terluka. Dia bertahan dengan hatinya, dengan prinsipnya. Seandainya Damar memahami kenapa Ridha mengambil keputusan itu, Ridha yakin, damar tidak akan bertahan seperti ini,
#####
9 Februari
Titik terang telah nampak
Walau masih buram
Kalaupun bersama namun tidak akan bisa seperti dulu lagi, apa maksud pernyataan ini?bathin Ridha kembali menangis.
Kenapa nasib belum juga berpihak kepada diriku?
Percakapan yang di pertegas oleh Ridha, memperjelas kalau mereka masih sama sama menyayangi.
Keegoisan yang telah di pertahankan selama ini, membuat mereka sama sama sakit dan menderita.
Pelangi di langit biru, menambah indah suasana di sore itu. Pernyataan yang di sampaikan Damar seakan akan kembali terngiang di telinga Ridha ” seandainya kita bersama kembali, namun tidak akan bisa seperti dulu lagi. Ibarat tali yang telah putus, walau disambung kembali tidak akan kuat lagi seperti dulu’.
Lamunan di sore hari seakan menguak kembali kisah pertengkaran mereka.
Ridha tahu dan telah punya perasaan semenjak damar mengatakan akan menjalani keputusan Ridha terlebih dahulu… webenarnya damar masih menyayangi ridha.
Walau kadang sikap dan perlakuan damar pada ridha sering membuat ridha kecewa, namun hati Ridha mengatakan damar masih menyayangi ridha
Makanya ridha tidak malu selalu menyapa damar, walau kadang jawaban damar membuat ridha sedih.
Feeling Ridha mengatakan damar masih punya rasa pada ridha.
Walau kadang terkesan damar menghindari ridha, namun dalam hati damar, damar masih pingin juga bersama Ridha.
Ridha sedih, ridha sakit, namun ridha masih percaya, damar masih sayang pada ridha, walau tidak damar perlihatkan lagi.
Ridha masih punya harapan, damar akan kembali bersama Ridha , karena itulah kebahagiaan yg ridha rasakan selama ini dgn damar.
Kebahagiaan yg ridha idam – idamkan bersama dgn orang yg ridha sayangi dan cintai tulus dari hati, walau ridha sadar apakah itu mungkin terjadi?.
Ridha benar – benar bingung dengan perjalanan hidup yang dilaluinya, namun ridha tidak bisa menghindarinya
Nexk






