Kemenag Kota Solok Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Runtuhnya Mushalla Ponpes Al-Khazim Sidoarjo

Kota Solok | Mentrengnews.com – Kementerian Agama Kota Solok menggelar Sholat Ghaib, Zikir, dan Doa Bersama sebagai bentuk duka cita dan solidaritas atas musibah runtuhnya mushalla di Pondok Pesantren Al-Khazim, Sidoarjo, Jawa Timur, yang terjadi saat salat Asar berjamaah di penghujung September 2025.

Peristiwa tragis ini menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan santri. Mereka wafat dalam keadaan mulia, syahid fi sabilillah, sebagai pejuang-pejuang Allah dalam menuntut ilmu.

“Kita tidak pernah tahu takdir Allah. Para santri telah memilih jalan kehidupannya dengan mulia. Namun, bagaimana dengan kita? Apakah kita siap?” ungkap H. Mustafa Kepala Kantor Kemenag Kota solok saat menyampaikan tausiyah singkat.

Acara yang digelar di lingkungan Kantor Kemenag Kota Solok ini dihadiri oleh seluruh pejabat dan ASN. Sholat Ghaib dipandu oleh Kasubbag TU, H. Adrinoviyan, zikir bersama dipimpin oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Fauzi, dan doa bersama dipandu oleh Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Oma Fahmi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Kasi, Penyelenggara Zawa, Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah, Penghulu, Penyuluh Agama, serta seluruh ASN di lingkungan Kemenag Kota Solok.

Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian, namun juga momentum untuk melatih lisan dengan zikir dan tahlil, sebagai bekal ketika menghadapi saat-saat terakhir kehidupan. Sebab, di waktu sakaratul maut, tidak semua orang mampu mengucapkan kalimat tauhid.

Tragedi ini terjadi menjelang Hari Santri Nasional ke-10 yang akan diperingati pada 22 Oktober 2025. Hari Santri merupakan tonggak perjuangan yang tak lepas dari peran ulama besar, KH. Hasyim Asy’ari, melalui Resolusi Jihad yang membakar semangat umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, Kepala kantor Kemenag Kota Solok, H. Mustafa, juga menyampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap pesantren, pemerintah kini tengah menyiapkan kebijakan strategis, salah satunya adalah pembentukan Eselon I, yaitu Direktorat Jenderal Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di bawah Kementerian Agama. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan terhadap pesantren secara nasional.

Selain itu, Kemenag juga menekankan pentingnya disiplin dan profesionalisme dalam tugas, sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Kementerian Agama Kota Solok berharap, musibah ini menjadi pengingat dan pelecut semangat untuk memperkuat pendidikan agama, memperbaiki sarana, serta terus menanamkan nilai keikhlasan dalam berjuang dan beribadah.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga para santri husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin ya Rabbal ‘alamin.(helda)

Pos terkait