Kota Solok | Mentrengnews.com – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menggelar berbagai kegiatan keagamaan dan edukatif. Acara dilaksanakan di Aula Abu Bakar Kantor Kemenag Kota Solok pada Kamis (16/10/2025).
Kegiatan yang digelar meliputi lomba pidato dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Hadir dalam acara tersebut para Kasi, penyelenggara, pengasuh pondok pesantren, juri lomba, ustaz dan ustazah pendamping, serta peserta dari lima pondok pesantren se-Kota Solok.
Fauzi, selaku Kasi PD Pontren dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Kota Solok atas dukungan dan bimbingan yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana dengan baik.
“Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2025,” ungkapnya.
Adapun rangkaian kegiatan Hari Santri 2025 di Kota Solok meliputi:
1. Penanaman pohon
2. Jalan santai
3. Lomba pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris
4. Zikir bersama dan penampilan Hadrah dari Ponpes Darut Thalib
5. Upacara Hari Santri yang akan dilaksanakan pada 22 Oktober 2025 di Ponpes Al Mumtaz
“Alhamdulillah, kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama semua pihak dan arahan dari Kepala Kemenag Kota Solok. Seperti pepatah Minang, kok batanam di tampek nan lapang, basusun di tampek nan sampik, semoga segala usaha ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” tambah Fauzi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Mustafa, dalam sambutannya turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, staf Seksi PD Pontren, dan pondok pesantren yang telah mendukung kegiatan ini.
“Batenggang di nan lapang itu sudah biasa, tapi batenggang di nan sampik itu hanya orang-orang tertentu yang bisa. Meski dalam kesibukan, pondok pesantren di Kota Solok tetap aktif mendukung kegiatan ini hingga berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Terkait kegiatan penanaman pohon, H. Mustafa menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya simbolik, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan bagi para santri.
“Menanam pohon adalah simbol keberlanjutan. Santri tidak hanya dituntut cerdas secara spiritual, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam. Mudah-mudahan pohon-pohon yang ditanam hari ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” ujar beliau.
Kegiatan ini menjadi bukti sinergi yang kuat antara Kemenag Kota Solok dan pondok pesantren dalam membina generasi santri yang religius, cerdas, peduli lingkungan, dan berkarakter. (helda)






