Ketua APDESI Se-Lampung Selatan Pimpin Kades Berlayar Ke Jakarta: Suarakan Aspirasi Dengan “Aksi Damai Tolak PMK 81/2025

“DESA SEBAGAI NADI INDONESIA, KEPENTINGANNYA HARUS DIPERTAHANKAN KAMI BUTUH NAFAS BERKELANJUTAN”

Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 7 Desember 2025,  Rombongan Kepala Desa (Kades) se-Lampung Selatan, dipimpin Ketua APDESI Se-Lampung Selatan berlayar menuju Jakarta hari ini untuk menyuarakan aspirasi melalui “Aksi Damai Menolak Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025”.

Gerakan ini didorong oleh semangat bahwa desa adalah nadi kehidupan bangsa, yang membutuhkan ruang untuk berkembang tanpa mengorbankan kesejahteraan aparat dan warganya.

Konfirmasi keberangkatan diterima mentrengnews.com pada Minggu sore. “Kami berangkat hari ini bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk memperjuangkan hak masyarakat dan keperluan pembangunan desa – karena tanpa desa yang sehat, Indonesia tidak akan kuat,” tegas Suhatsyah.

Tambahan suara datang dari Sapri, Kades Muda Sekaligus Ketua APDESI Kecamatan Sragi, yang menyatakan bahwa kecamatan Sragi juga akan bergabung dalam rombongan.

“PMK 81/2025 tidak bisa dikatakan jelek, tapi kami pemerintahan desa juga perlu nafas berkelanjutan,” ujar Sapri kepada mentrengnews.com.

Ketua APDESI Sragi menambahkan, “Banyak aparat desa yang menunggu gaji – Linmas, RT, kader dan lainnya. Kami siap berangkat berlayar menuju tanah seberang untuk menggemakan suaranya bersama kades dari kecamatan lainnya.” tegas Sapriyadi

Di tengah perubahan kebijakan di penghujung tahun, desa-desa berada di posisi paling krusial: menjadi jembatan antara kebijakan pusat dan harapan rakyat di akar rumput.

PMK 81/2025 bukan sekadar regulasi bagi Kades, melainkan ujian nyata yang menguji kemampuan mereka untuk melayani masyarakat sambil menjaga kelangsungan operasional dan pembangunan.

“Kita siap berbenah, menata manajemen, tapi itu harus didukung oleh aturan yang memahami kenyataan lapangan.
Saat kebijakan ini membuat kita kesulitan memenuhi kebutuhan dasar aparat dan warga, inilah waktunya kita berbicara nyaring.

Desa membutuhkan dukungan, bukan hambatan. Hanya desa yang diberi nafas berkelanjutan yang bisa menjadi tulang punggung bangsa,” ungkap salah satu Kades dalam rombongan.

Seluruh anggota rombongan bertekad menyampaikan aspirasi secara damai, dengan tujuan utama memastikan kepentingan desa dan kesejahteraan masyarakat serta aparat menjadi prioritas.

“Sebagai pengelola desa yang dekat dengan rakyat, kita hanya berharap yang terbaik untuk semua – dan itu dimulai dari perlindungan terhadap kepentingan nadi Indonesia ini,” tutup Suhatsyah. ( Soleh )

Pos terkait