Kota Solok | Mentrengnews.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Sikarah terus berkomitmen mengembangkan program keluarga sakinah sejak dini. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Solok Indah, Kota Solok.
Kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara STAI Solok Indah dengan KUA Lubuk Sikarah. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Penyuluh Agama Islam, Penghulu KUA Lubuk Sikarah, dosen jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI), serta mahasiswa di lingkungan kampus setempat.
Dua fasilitator dihadirkan untuk memberikan materi mendalam bagi para mahasiswa. Narasumber pertama, Novri Hutri, S.Ag. (Penghulu Kecamatan Lubuk Sikarah), membawakan materi bertajuk “Siapa Aku dan Dia”. Dalam sesi ini, peserta diajak melakukan refleksi diri untuk memahami identitas pribadi dan kriteria pasangan yang diharapkan. Suasana menjadi cair saat peserta dilibatkan dalam permainan (game) menuliskan kriteria pasangan idaman.
Sementara itu, fasilitator kedua, Kusrizal, S.Th.I., menekankan pentingnya aspek akhlak dan agama dalam memilih pendamping hidup.
“Pernikahan adalah ibadah terpanjang. Dibutuhkan pasangan yang saling mendukung, menghormati, dan memiliki kesabaran ekstra. Jika ingin dipinang oleh orang baik, maka mulailah dengan memantaskan diri menjadi orang baik,” ujar Kusrizal dalam arahannya.
Kepala KUA Lubuk Sikarah, H. Syamsurijal, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kampus atas fasilitasi program BRUN ini. Ia berharap mahasiswa tidak hanya siap secara pribadi untuk menempuh jenjang pernikahan, tetapi juga mampu menjadi konselor pernikahan bagi masyarakat di masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua STAI Solok Indah yang diwakili oleh Dr. Ardi, M.A., menyambut positif kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa program ini sangat relevan dengan kurikulum di jurusan Hukum Keluarga Islam. “Kami berharap ke depan kerja sama ini berkembang pada ranah praktis, seperti adanya mata kuliah praktis administrasi nikah yang melibatkan pegawai KUA sebagai pengajar tamu,” tutur Dr. Ardi.
Para mahasiswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Mereka berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memberikan wawasan nyata di luar teori perkuliahan. (helda/Krz)






