Morfologi Tebing Berubah Drastis – Masyarakat Minta Tindakan Tegas Pengelola
Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 31 Maret 2026 – Kawasan hutan lindung Gunung Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, dilanda longsoran yang segera menjadi sorotan utama jagat media sosial. Fenomena ini mengundang kekhawatiran serius mengingat peran strategis gunung berapi aktif tersebut sebagai tameng alami bagi pemukiman dan jalur ekonomi penghubung Pulau Jawa-Sumatera.
Mentrengnews.com melakukan upaya konfirmasi dan bertanya langsung terkait keadaan longsor tersebut. Informasi awal mengenai kejadian ini muncul melalui unggahan akun Facebook “Bang Donie Reall”, yang mengutip laporan dari Ketua LPHD dan Pembina KUPS Leweng Kolot Sumur Kumbang. Donie, warga Way Muli Induk, mengatakan dan menjelaskan,
“Iya Mas, saya langsung melihat keadaan nya memang begitu, seperti yang saya posting di FB,” ujarnya. “Apa yang saya lihat dan apa yang saya ketahui, itulah yang saya posting di akun Facebook saya,” Ujar Donie saat dikonfirmasi oleh mentrengnews.com pada Selasa malam sekira pukul 21.49 WIB.
Data pendahuluan mencatat longsoran memiliki dimensi lebar sekitar 20 meter dan panjang 100 meter, dengan kemiringan tebing ekstrem antara 85 hingga 95 derajat.
Video penelusuran yang dilakukan warga menunjukkan perubahan signifikan pada struktur lereng. Area terdampak terlihat berwarna putih kekuningan dari kejauhan, mengindikasikan terbukanya lapisan tanah dalam akibat pergeseran massa besar.
“Tebing benar-benar longsor dengan material batu-batu besar yang berserakan di bawahnya,” ujar sumber dalam video yang kini viral.
Peristiwa ini memicu ribuan reaksi yang menyatu antara doa keselamatan dan kritik terhadap pengelolaan kawasan lindung:
– Keselamatan Wilayah: Akun Devi Desiana menekankan pentingnya perlindungan bagi seluruh masyarakat Lampung, mengingat Gunung Rajabasa sebagai “pelindung utama wilayah”.
– Stabilitas Ekonomi: Akun Asia Wati dari Way Kanan mengingatkan bahwa kerusakan pada gunung ini dapat mengganggu peran Lampung sebagai gerbang ekonomi antar pulau.
– Tuntutan Bertindak: Akun Pom Pom secara tegas menuntut pemerintah kabupaten untuk menindak oknum yang membuka lahan di zona lindung. “Apa pun alasannya, dampaknya bisa fatal,” tulisnya.
Dengan ketinggian 1.281 meter di atas permukaan laut, Gunung Rajabasa secara teknis termasuk gunung berapi aktif meskipun tidak pernah mencatat letusan besar.
Letaknya yang berdekatan dengan Teluk Lampung dan Selat Sunda menjadikan stabilitas lerengnya krusial untuk mencegah bencana susulan seperti banjir bandang atau longsoran skala lebih luas.
Unggahan akun Regas Netral juga mengingatkan agar masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian hutan “untuk kenyamanan anak cucu di masa depan”.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan maupun Kementerian Kehutanan. Masyarakat menantikan langkah mitigasi segera, termasuk peninjauan teknis untuk memastikan apakah longsoran berpotensi mengancam desa-desa di kaki gunung.
Redaktur Mentrengnews.com
Penulis & Editor : Sholeh MTV






