Bandar Lampung | Mentrengnews.com – 21 Februari 2026 – Menanggapi hilangnya dua santri Ponpes Al-Amin selama kurang lebih 25 hari tanpa kabar jelas, Ketua Umum LSM Pro Rakyat, Aqrobin AM, membuka suara dan mengajak semua pihak terkait untuk segera mengambil langkah-langkah konkret dalam menangani kasus ini.
Berdasarkan informasi dari surat yang ditujukan kepada orang tua salah satu santri yang hilang, dugaan penyebab hilangnya kedua santri tersebut adalah adanya rasa takut akibat tekanan dari oknum kakak kelasnya. Menanggapi hal ini, LSM Pro Rakyat menyampaikan beberapa rekomendasi penting:
1. Lakukan Laporan Resmi ke Kepolisian – Kasus hilangnya dua anak manusia ini bukan masalah yang bisa dianggap remeh. Bahkan anak ayam yang tidak pulang sore pun akan dicari, apalagi hilangnya kedua santri ini sudah berlangsung lebih dari tiga minggu tanpa kabar. Laporan resmi sangat penting untuk memastikan proses penyelidikan dapat dilakukan secara maksimal.
2. Pihak Ponpes Harus Tanggung Jawab Total – Kedua santri hilang saat berada dalam pengawasan dan tanggung jawab ponpes. Oleh karena itu, pihak ponpes tidak boleh terkesan acuh tak acuh atau tidak peduli. Perlu adanya transparansi dalam menyampaikan informasi dan upaya yang telah dilakukan untuk menemukan kedua santri tersebut.
3. Jadwalkan Pertemuan dengan Wali Santri – Pihak ponpes dan wali santri perlu segera melakukan pertemuan untuk bermusyawarah dan menyusun langkah-langkah yang akan diambil bersama. Hal ini bertujuan untuk menyatukan langkah dan memastikan kepentingan serta keamanan kedua santri menjadi prioritas utama.
Selain itu, LSM Pro Rakyat juga mengingatkan agar kejadian ini tidak menjadi preseden buruk yang dapat merusak citra pondok pesantren sebagai wadah pendidikan Islam yang mulia. Semoga peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang
( Soleh Mentrengnews.com )






