Lampung Selatan | Mentrengnews.com – 13 Februari 2026 – Kasus kematian SL, Kepala Desa Kelau, Lampung Selatan, yang awalnya diduga bunuh diri, kini semakin mengarah pada dugaan pembunuhan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Apdesi Penengahan, Suhatsyah Pada Kamis Malam 12/2/2026 yang turut memberikan keterangan terkait jalannya autopsi.
“Tanda-tanda bunuh diri tidak ditemukan. Lidah tidak terjulur, mata tidak melotot, seperti orang tidur,” ujar Suhatsyah.
“Namun, ada ciri-ciri mencurigakan. Dia ditemukan tergantung dengan kain, tapi begitu dimandikan ada bekas tali di leher. Ada memar di punggung dan pergelangan tangan, seolah-olah pernah dipegang.” Tuturnya
Suhatsyah menambahkan bahwa rekan-rekan kepala desa mengetahui betul karakter almarhum.
“Dia itu orang yang simpel, tidak banyak pikiran. Prinsipnya, lebih baik dia yang dipikirkan orang daripada memikirkan orang. Bisa dibilang ‘Raja Tega’ lah. Jauh dari pikiran untuk bunuh diri meski memiliki masalah berat, namun semua dibuat santai.
Istri almarhum, Elly Mei Anggraini, awalnya menolak autopsi dan meminta pemakaman segera. Namun, setelah berdiskusi dengan keluarga besar dan rekan-rekan kepala desa, ia berubah pikiran.
Lebih lanjut Suhatsyah Menjelaskan, kemungkinan Istri Almarhum Menolak Autopsi
karena terpikir biaya autopsi. dan Kami Rekan rekan kepala Desa siap sokongan untuk biaya Autopsi,” jelas Suhatsyah
“Setelah pemakaman, keluarga dan teman-teman Kades merasa ada banyak kejanggalan. Kepala Desa Se-Kecamatan Penengahan yang di pimpin ketua APDESI Suhatsyah, memberikan masukan kepada Keluarga Almarhum untuk autopsi.
Jika memang murni bunuh diri, kami terima. Tapi kalau dibunuh, alangkah banyaknya teman teman Kades di Lampung selatan ini, masa sih kami harus berdiam diri,” Tegas Suhatsyah saat dimintai keterangan oleh mentrengnews.com pada Kamis Malam
Suhatsyah juga menegaskan bahwa Ketua Apdesi Penengahan mendukung penuh upaya mengungkap kebenaran di balik kematian SL.
“Kami berkesimpulan, seandainya beliau meninggal karena bunuh diri, kami terima dengan lapang dada. Tapi kalau sampai dibunuh orang, alangkah sakitnya hati kami jika harus berdiam diri, selain itu juga merupakan rasa simpati kawan-kawan yang ingin kepastian,” tandasnya
Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan ekshumasi untuk keperluan autopsi lebih lanjut. Hasil autopsi diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian SL dan memberikan titik terang dalam kasus ini.
Mentrengnews.com
Redaktur : Merianto S.H.,
Penulis : Soleh
Sumber. : Suhatsyah
Ketua APDESI Penengahan
Lampung Selatan






