Mengenal Sosok Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. Moh. Mukri

Mentreng.com  |  Lampung Selatan – Prof.Dr H Mukri, M.A.g, Lahir di Metro, 16 April 1959. Saat ini dirinya sukses menjabat Rektor UIN Raden Intan pereode 2018-2022.

Prof. Mukri panggilan akbrab, Prof.Dr H Mukri, M.A.g, juga sebelumnya pernah menjabat tempat yang sama yakni, rektor IAIN pereode 2010-2015, sebelum universitas tersebut resmi berubah setatus menjadi UIN.

Prof.Mukri, pernah menngennyam pendidikan SLTA/ MA Al-Munawwir, Krapyak Yogyakarta pada tahun 1984. Setelah itu dia melnjutkan kuliah dan mennyandang gelar S-1 IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1986). Untuk pendidikan S.2 di IAIN Imam Bonjol (1998).

Bahkan Prof. Mukri, juga sukses mennyelesaikan S.3 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2010.

Sejumlah jabatan telah disandang oleh Prof Mukri, diantaranya yakni, menjabat guru Besar Mata Kuliah Ushul Fiqih Jurusan Muamalat Fakultas Syariah 2012.
Rektor IAIN Raden Intan Lampung (2010-2017). Rektor UIN Raden Intan Lampung (2018-2022).

Prof.Mukri, adalah sosok cendekiawan muslim Lampung. Bagi segenap insan dunia pendidikan Lampung, namanya barangkali sudah tak asing lagi. Bahkan telah banyak menorehkan prestasi dan karya. Selain itu tak terhitung berapa penghargaan yang telah diterimanya.

Prof.Mukri,memiliki hobi membaca buku ini siapa yng mennyangka jika dirinya dilahirkan sebagai anak petani atau anak orang kampung.

Prof. Mukri mengaku terobsesi membaca, itu bagian dari hidupnya. Jika ingin maju masih kata dia, tak ada pilihan kecuali rajin membaca.

“Kalau saya sedang stres, ketika baca buku jadi hilang stresnya,” kata Prof. Mukri yang notabenenya Ketua NU Lampung, Saat diwawancarai oleh Wartawan Duta Lampung, Ahmad Fauzan Arrasyid NWS yang notabenenya Putra Pimpinan Redaksi Media ini pada (22/4/2021).

Prof.Mukri mengatakan, budaya membaca adalah kunci untuk menjadi orang yang pandai dan memiliki wawasan serta pengetahuan luas. Oleh karenanya, ia juga menerapkan budaya baca itu kepada ketiga anaknya.

Ketiga anaknya dapat dikatakan sukses. Mereka adalah dr Risa Nourma Aziza (Alumnus FK Unila), Ainul Fitri SE (Alumnus UII, dan pascasarjana UGM) serta Fuad Muthahari (Institut Teknologi Bandung).

Sejak duduk di bangku sekolah dasar di desa Sendangretno Kalirejo Lampung Tengah tahun 1971 dan pendidikan lanjutan di pesantren Langitan Tuban Jawa Timur, Mukri telah membiasakan diri membaca buku, baik itu buku formal maupun kitab-kitab islam klasik.

“Hobi membaca itu terus saya lakukan hingga menempuh pendidikan tinggi sampai program doktoral di UIN Kalijaga Yogyakarta, dan akan terus saya budayakan sepanjang hidup,” katanya.

Sebagai pembaca sudah barang tentu suami dari Anisah Hafidh SE itu memiliki ribuan koleksi buku bacaan. “Kalau koleksi buku sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Karena tiada hari tanpa membaca,”pungkas prof. mukri.(** Red)

Pos terkait