Mengintip Aktivitas Warga Binaan Bersama Peserta Magang Hub Kemnaker, Rawat Cabai Rawit dan Sayur Sawi Serta Penambahan Kolam Lele Portable

Batusangkar, INFO_PAS  |  Mentrengnews.com – Program ketahanan pangan di Rutan Kelas IIB Batusangkar terus menunjukkan perkembangan positif, Pada Kamis siang (4/12/25).

Jajaran Rutan bersama peserta magang Hub Kemnaker melaksanakan kegiatan perawatan tanaman cabai rawit dan sayur sawi serta penambahan kolam ikan lele portable. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Batusangkar, Reza Aulia Kurniawan dan didampingi oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan Adryan Abbas, serta para peserta magang.

Kegiatan berlangsung di Area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Batusangkar dan merupakan bagian dari implementasi program ketahanan pangan, salah satu wujud dari Asta Cita Presiden yang selaras dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Perawatan tanaman kali ini turut dibimbing oleh peserta magang Hub Kemnaker yang merupakan lulusan jurusan Agribisnis dan Peternakan. Pendampingan tersebut menjadi hal penting, mengingat sebelumnya tanaman sayur sawi banyak mengalami kegagalan tumbuh. Dengan adanya tenaga magang yang memiliki latar belakang pendidikan relevan, proses pembenahan tanaman dilakukan secara lebih terarah.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penambahan penanaman bibit sawi dan cabai rawit untuk meningkatkan produksi Holtikultura di area SAE. Selain itu, juga ditambah dua kolam ikan lele portable yang nantinya akan diisi dengan bibit ikan lele sebagai bagian dari diversifikasi program budidaya.

Karutan Reza menyampaikan apresiasi atas kontribusi peserta magang dalam mendukung program ketahanan pangan di Rutan Batusangkar melalui warga binaan.

“Kami ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan di Rutan Batusangkar berjalan optimal. Kehadiran peserta magang yang memiliki kompetensi di bidang agribisnis dan peternakan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembinaan, terutama pada sektor pertanian dan perikanan,” ujar Reza.

Reza juga menambahkan bahwa seluruh aktivitas SAE bukan hanya sebatas kegiatan rutin, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi WBP.

“Kegiatan ini bukan hanya menumbuhkan kemandirian, tetapi juga memberikan keterampilan nyata bagi warga binaan. Kami berharap mereka dapat membawa ilmu ini sebagai modal berharga ketika kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (Syuja-Humas Rutaba)

Pos terkait