Sawahlunto | Mentrengnews.com — Di bawah langit sore Sawahlunto yang mulai temaram, sorak kemenangan menggema memenuhi lapangan. Di sanalah, tim sepak bola MTsN 2 Sawahlunto menorehkan sejarah baru — menaklukkan segala keraguan dan berdiri gagah sebagai Juara 1 Liga Askot PSSI Kota Sawahlunto tingkat SLTP sederajat, Kamis (09/10).
Perjalanan mereka bukan kisah instan. Di tangan dingin pelatih Meko Suhendro dan kepemimpinan bijak manager Jepri Andri Anto, para pemain muda madrasah ini menempa diri dengan disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.
Sejak awal kompetisi, MTsN 2 tampil percaya diri dan konsisten, memadukan strategi tajam dengan kekompakan luar biasa. Hasilnya tak terbantahkan — 21 gol tercipta sepanjang enam pertandingan turnamen, mengantar mereka ke puncak kejayaan dengan kemenangan gemilang atas rival sekota, MTsN 1 Sawahlunto, di partai final.
Pertandingan final berlangsung dramatis, penuh gengsi dan adrenalin. Sorakan penonton menggetarkan lapangan ketika peluit panjang berbunyi — tanda akhir perjuangan sekaligus awal kebanggaan yang tak terlupakan.
Usai laga, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menutup secara resmi kejuaraan bergengsi ini sekaligus menyerahkan trofi Juara 1 dan uang pembinaan sebesar Rp5 juta kepada tim MTsN 2 Sawahlunto.
“Anak-anak MTsN 2 Sawahlunto telah membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan kebersamaan bisa mengalahkan segalanya. Kemenangan ini bukan hanya soal piala, tapi juga kebanggaan untuk kota ini,” ujar Wali Kota Riyanda Putra penuh bangga.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Sawahlunto, Tatis Arni, tak kuasa menahan rasa haru menyaksikan perjuangan anak didiknya.
“Mereka berlatih di tengah keterbatasan, tapi tidak pernah menyerah. Inilah bukti bahwa madrasah juga mampu berprestasi dan bersaing. Kemenangan ini kami persembahkan untuk keluarga besar MTsN 2 dan masyarakat Sawahlunto,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Manager tim, Jepri Andri Anto, menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari persaudaraan dan tekad kuat.
“Kami tidak punya fasilitas mewah, tapi kami punya semangat yang tak tergoyahkan. Anak-anak ini berlatih dengan hati, dan hari ini, mereka menuai hasilnya,” katanya.
Pelatih Meko Suhendro menambahkan, kemenangan ini adalah hasil dari proses panjang pembinaan karakter dan sportivitas.
“Saya selalu bilang ke mereka, juara sejati bukan hanya yang mencetak gol, tapi yang tetap rendah hati dan menghargai lawan. Dan hari ini, mereka membuktikan itu,” ujarnya penuh bangga.
Kini, MTsN 2 Sawahlunto berdiri di puncak kehormatan — bukan hanya sebagai juara di atas lapangan, tapi juga sebagai simbol semangat juang, kebersamaan, dan keunggulan madrasah.
Dari lapangan tanah sederhana, mereka telah menulis kisah emas: Madrasah Bisa! Dan MTsN 2 Sawahlunto Telah Membuktikannya. (Dion).






